Bab Apa yang Dilarang dari Memperberat dalam Ibadah
قَالَ وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنِ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَانَتْ عِنْدِي امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي أَسَدٍ فَدَخَلَ عَلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " مَنْ هَذِهِ ". قُلْتُ فُلاَنَةُ لاَ تَنَامُ بِاللَّيْلِ. فَذُكِرَ مِنْ صَلاَتِهَا فَقَالَ " مَهْ عَلَيْكُمْ مَا تُطِيقُونَ مِنَ الأَعْمَالِ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا ".
Aisyah berkata: "Ada seorang wanita dari suku Bani Asad yang duduk bersamaku, dan Rasulullah (ﷺ) datang ke rumahku dan bertanya, 'Siapa ini?' Aku menjawab, '(Dia adalah) Fulanah. Dia tidak tidur di malam hari karena sibuk beribadah.' Rasulullah (ﷺ) berkata dengan nada tidak setuju: 'Lakukanlah (amal) yang sesuai dengan kemampuanmu, karena Allah tidak merasa bosan memberi pahala hingga kamu merasa bosan berbuat kebaikan.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
