Bab Apa yang Dilarang dari Memperberat dalam Ibadah
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا حَبْلٌ مَمْدُودٌ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ فَقَالَ " مَا هَذَا الْحَبْلُ ". قَالُوا هَذَا حَبْلٌ لِزَيْنَبَ فَإِذَا فَتَرَتْ تَعَلَّقَتْ. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لاَ، حُلُّوهُ، لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ نَشَاطَهُ، فَإِذَا فَتَرَ فَلْيَقْعُدْ ".
Anas bin Malik berkata: Ketika Nabi (ﷺ) masuk ke masjid, ia melihat sebuah tali yang tergantung di antara dua tiang. Ia bertanya, "Apa ini tali?" Mereka menjawab, "Ini tali untuk Zainab, yang ketika ia merasa lelah, ia menggenggamnya (agar tetap berdiri untuk shalat)." Nabi (ﷺ) bersabda, "Jangan gunakan itu. Lepaskan tali itu. Hendaknya kalian shalat selama kalian merasa aktif, dan ketika kalian merasa lelah, duduklah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
