Bab Menulis Ilmu
Shahih
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرٌو، قَالَ أَخْبَرَنِي وَهْبُ بْنُ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَخِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِلاَّ مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلاَ أَكْتُبُ. تَابَعَهُ مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ.
Ali bin Abdullah berkata: Sufyan berkata: Amr berkata: Wahb bin Munabbih memberitahukan saya dari saudaranya, ia berkata: Saya mendengar Abu Hurairah berkata, 'Tidak ada seorang pun di antara sahabat Nabi ﷺ yang lebih banyak meriwayatkan hadits dariku, kecuali Abdullah bin Amr (bin Al-As) yang biasa menulis, sedangkan aku tidak menulis.'