Musnad Ahmad · Musnad Ali bin Abi Thalib · No. 941

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، قَالَ أُتِيَ عَلِيٌّ بِزَانٍ مُحْصَنٍ فَجَلَدَهُ يَوْمَ الْخَمِيسِ مِائَةَ جَلْدَةٍ ثُمَّ رَجَمَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقِيلَ لَهُ جَمَعْتَ عَلَيْهِ حَدَّيْنِ فَقَالَ جَلَدْتُهُ بِكِتَابِ اللَّهِ وَرَجَمْتُهُ بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

haddatsana husyaymun, haddatsana ismailu ibnu salimin, ani assyabiyyi, qala utiya aliyyun bizanin muhshanin fajaladahu yawma alkhamisi miaha jaldahin tsumma rajamahu yawma aljumuahi faqila lahu jamata alayhi haddayni faqala jaladtuhu bikitabi allahi warajamtuhu bisunnahi rasuli allahi shalla allahu alayhi wasallama.

Diriwayatkan bahwa ash-Sha`bi berkata: Seorang pezina yang sudah menikah dibawa kepada ‘Ali. Ia memberinya seratus cambukan pada hari Kamis dan melemparnya dengan batu pada hari Jumat. Dikatakan kepadanya: Apakah kamu memberikan dua hukuman hadd kepadanya? Ia berkata: Aku mencambuknya sesuai dengan Kitab Allah dan melemparnya dengan batu sesuai dengan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Penjelasan