Musnad Ahmad · Dan dari Musnad Ali bin Abi Talib · No. 771

Hasan oleh Darussalam

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا، يَسْتَغْفِرُ لِأَبَوَيْهِ وَهُمَا مُشْرِكَانِ فَقُلْتُ أَيَسْتَغْفِرُ الرَّجُلُ لِأَبَوَيْهِ وَهُمَا مُشْرِكَانِ فَقَالَ أَوَلَمْ يَسْتَغْفِرْ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَتْ مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ إِلَى قَوْلِهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ قَالَ لَمَّا مَاتَ فَلَا أَدْرِي قَالَهُ سُفْيَانُ أَوْ قَالَهُ إِسْرَائِيلُ أَوْ هُوَ فِي الْحَدِيثِ لَمَّا مَاتَ.

haddatsana yahya ibnu adama, haddatsana sufyanu, an abi ishaqa, an abi alkhalili, an aliyyin, radhiya allahu anhu qala samitu rajulan, yastaghfiru liabawayhi wahuma musyrikani faqultu ayastaghfiru arrajulu liabawayhi wahuma musyrikani faqala awalam yastaghfir ibrahimu liabihi fadzakartu dzalika lilnnabiyyi shalla allahu alayhi wasallama fanazalat ma kana lilnnabiyyi waadzina amanu an yastaghfiru lilmusyrikina ila qawlihi tabarraa minhu qala lamma mata fala adri qalahu sufyanu aw qalahu israilu aw huwa fi alhaditsi lamma mata.

Diriwayatkan bahwa Ali (رضي الله عنه) berkata: Saya mendengar seorang pria berdoa untuk pengampunan bagi orang tuanya, yang merupakan mushrikeen. Saya berkata: Apakah seorang pria berdoa untuk pengampunan bagi orang tuanya ketika mereka mushrikeen? Dia berkata: Bukankah Ibrahim (عليه السلام) berdoa untuk pengampunan bagi ayahnya? Saya menyebutkan hal itu kepada Nabi ﷺ dan ayat-ayat 'Tidak pantas bagi Nabi ﷺ dan orang-orang yang beriman untuk meminta ampunan Allah bagi orang-orang mushrikeen, meskipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa mereka adalah penghuni api (karena mereka mati dalam keadaan kafir). Dan permohonan Ibrahim (Abraham) (عليه السلام) untuk pengampunan bagi ayahnya hanya karena janji yang dia Ibrahim (Abraham) buat untuknya (ayahnya). Tetapi ketika jelas baginya bahwa dia (ayahnya) adalah musuh Allah, dia memisahkan diri darinya' (At-Tawbah 9:113-114) diwahyukan. Dia Nabi ﷺ berkata: 'Itu adalah ketika dia meninggal.'

Penjelasan