Shahih oleh Darussalam
haddatsana abd allahi, haddatsani abu khaytsamaha, wahaddatsana ishaqu ibnu ismaila, qala haddatsana jarirun, an manshurin, an abdi almaliki ibni maysaraha, ani annazzali ibni sabraha, qala shallayna maa aliyyin radhiya allahu anhu azzhuhra fanthalaqa ila majlisin lahu yajlisuhu fi arrahabahi faqaada waqaadna hawlahu tsumma hadharat alashru fautiya biinain faakhadza minhu kaffan fatamadhmadha wastansyaqa wamasaha biwajhihi wadziraayhi wamasaha birasihi wamasaha birijlayhi tsumma qama fasyariba fadhla inaihi tsumma qala inni hudditstu anna rijalan yakrahuna an yasyraba ahaduhum wahuwa qaimun inni raaytu rasula allahi shalla allahu alayhi wasallama faala kama faaltu.
Diriwayatkan bahwa an-Nazzal bin Sabrah berkata: Kami shalat Zhuhur bersama ‘Ali (رضي الله عنه), kemudian ia pergi ke sebuah majelis yang biasa ia adakan di ar-Rahbah. Ia duduk dan kami duduk di sekelilingnya, kemudian waktu Ashar tiba. Sebuah wadah (air) dibawa kepadanya. Ia mengambil segenggam dari wadah itu dan berkumur serta menghirup air, dan ia mengusap wajah dan lengan-lerinya, dan ia mengusap kepalanya, dan ia mengusap kakinya. Kemudian ia berdiri dan meminum sisa air dalam wadah itu. Lalu ia berkata: Aku telah diberitahu bahwa beberapa orang membenci seseorang untuk minum sambil berdiri, tetapi aku melihat Rasulullah ﷺ melakukan apa yang telah aku lakukan.