Sanad kuat oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu ubaydin, haddatsana hasyimun yani abna albaridi, an ismaila alhanafiyyi, an muslimin albathini, an abi abdi arrahmani assulamiyyi, qala akhadza biyadi aliyyun radhiya allahu anhu fanthalaqna namsyi hatta jalasna ala syatthi alfurati faqala aliyyun radhiya allahu anhu qala rasulu allahi shalla allahu alayhi wasallama ma min nafsin manfusahin illa qad sabaqa laha min allahi syaqaun aw saadahun faqama rajulun faqala ya rasula allahi fima idzan namalu qala amalu fakullun muyassarun lima khuliqa lahu tsumma qaraa hadzihi alayaha faamma man atha wattaqa washaddaqa bialhusna ila qawlihi fasanuyassiruhu lilusra.
Diriwayatkan bahwa Abu Abdur-Rahman As-Sulami berkata: 'Ali (RA) menggandeng tanganku dan kami berjalan hingga kami duduk di tepi sungai Eufrat. Ali (RA) berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidak ada jiwa yang hidup kecuali telah ditentukan oleh Allah apakah ia celaka atau bahagia.' Seorang lelaki berdiri dan berkata: 'Wahai Rasulullah, untuk apa kita berusaha?' Beliau bersabda: 'Berusahalah, karena setiap orang akan dibantu untuk melakukan apa yang diciptakan untuknya.' Kemudian beliau membaca ayat ini: 'Adapun orang yang memberi (dalam sedekah) dan bertakwa kepada Allah dan takut kepada-Nya. Dan beriman kepada Al-Husna, Kami akan memudahkan baginya jalan yang baik. Tetapi orang yang kikir dan menganggap dirinya cukup, dan mendustakan Al-Husna, Kami akan memudahkan baginya jalan menuju keburukan.' Al-Lail 92:5-10