Dia harus mencucinya; jika bekasnya tidak hilang, dia harus menggantinya dengan menerapkan warna kuning.
Bab Wanita Mencuci Pakaian yang Dipakai Saat Haid
'Aisyah berkata: Setiap kami (istri-istri Nabi) hanya memiliki satu pakaian yang digunakan saat haid. Apabila pakaian itu terkena darah, ia akan membasahinya dengan air liurnya dan menggaruknya dengan air liurnya.
Asma' binti Abu Bakr berkata: Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Wahai Rasulullah, bagaimana jika pakaian salah satu dari kami terkena darah haid; apa yang harus dia lakukan? Beliau berkata: Jika (pakaian) sala
This tradition has been transmitted by Hisham through a different chain of narrators to the same effect: Rub it off (with a stone), and then scratch it (with finger) by pouring water, then sprinkle water upon it.
Saya bertanya kepada Nabi ﷺ tentang darah haid yang ada di pakaian. Beliau bersabda: Hapuslah dengan sepotong kayu dan kemudian cuci dengan air dan daun pohon sidr.
'Aisyah berkata: Salah satu dari kami memiliki baju yang ia gunakan saat haid dan di dalamnya ia menjadi junub. Kemudian jika ia melihat setetes darah di dalamnya, ia akan menghapusnya dengan air liurnya.
Abu Hurairah melaporkan bahwa Khawlah binti Yasar datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: Wahai Rasulullah, saya hanya memiliki satu pakaian dan saya haid di dalamnya, bagaimana seharusnya saya melakukannya? Dia berkata: Ketik
Ia harus melihat; jika ia menemukan darah di dalamnya, ia harus menggaruknya dengan sedikit air dan (jika ragu) menyiramnya dengan air dan shalat selama ia tidak menemukan (darah).