Bab Mengaminkan di Belakang Imam
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَأَبِي، سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " آمِينَ " .
Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika Imam mengucapkan Amin, maka ucapkanlah Amin, karena jika ucapan Amin seseorang bersamaan dengan ucapan malaikat, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Ibn Shihab (Al-Zuhri) berkata: "Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan Amin (di akhir Al-Fatihah)."