Bab Shalat Orang yang Tidak Mengokohkan Punggungnya dalam Ruku dan Sujud
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana alhasanu ibnu aliyyin, haddatsana hisyamu ibnu abdi almaliki, waalhajjaju ibnu minhalin, qala haddatsana hammamun, haddatsana ishaqu ibnu abdi allahi ibni abi thalhaha, an aliyyi ibni yahya ibni khaladin, an abihi, an ammihi, rifaaha ibni rafiin bimanahu qala faqala rasulu allahi " innaha la tatimmu shalahu ahadikum hatta yusbigha alwudhua kama amarahu allahu azza wajalla fayaghsila wajhahu wayadayhi ila almirfaqayni wayamsaha birasihi warijlayhi ila alkabayni tsumma yukabbiru allaha azza wajalla wayahmaduhu tsumma yaqrau mina alqurani ma udzina lahu fihi watayassara ". fadzakara nahwa haditsi hammadin qala " tsumma yukabbiru fayasjudu fayumakkinu wajhahu ". qala hammamun warubbama qala " jabhatahu mina alardhi hatta tathmainna mafashiluhu watastarkhiya tsumma yukabbiru fayastawi qaidan ala maqadihi wayuqimu shulbahu ". fawashafa asshalaha hakadza arbaa rakaatin hatta faragha " la tatimmu shalahu ahadikum hatta yafala dzalika ".
Dari Rifa'ah bin Rafi' berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Shalat salah seorang di antara kalian tidak sempurna hingga ia berwudhu dengan sempurna, sebagaimana yang diperintahkan Allah, yaitu mencuci wajah dan tangan hingga ke siku, dan mengusap kepala serta mencuci kaki hingga ke pergelangan. Kemudian ia mengagungkan Allah dan memujinya. Setelah itu ia membaca Al-Qur'an sebanyak yang mudah baginya.'" Kemudian ia menyebutkan seperti hadits Hammad, ia berkata: "Kemudian ia mengucapkan takbir dan sujud hingga wajahnya tenang." Hammam berkata: "Kadang ia mengatakan: 'Agar dahinya tenang di tanah, dan sendi-sendi tubuhnya kembali ke tempatnya dan menjadi lentur. Kemudian ia mengucapkan takbir dan duduk dengan benar di atas pinggulnya dan mengokohkan punggungnya.' Ia menggambarkan shalat seperti ini dengan empat raka'at hingga ia selesai. Shalat salah seorang di antara kalian tidak sempurna hingga ia melakukan itu."