Sunan Abu Dawud · Kitab Shalat · No. 833

Bab Apa yang Cukup bagi Orang Buta dan Orang Non-Arab dari Bacaan

Dha'if oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، - يَعْنِي الْفَزَارِيَّ - عَنْ حُمَيْدٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ كُنَّا نُصَلِّي التَّطَوُّعَ نَدْعُو قِيَامًا وَقُعُودًا وَنُسَبِّحُ رُكُوعًا وَسُجُودًا ‏.‏

haddatsana abu tawbaha arrabiu ibnu nafiin, akhbarana abu ishaqa, - yani alfazariyya - an humaydin, ani alhasani, an jabiri ibni abdi allahi, qala kunna nushalli attathawwua nadu qiyaman waquudan wanusabbihu rukuan wasujudan.

Telah menceritakan kepada kami Abu Tawbatu Ar-Rabi' bin Nafi', telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq, - yaitu Al-Fazari - dari Humayd, dari Al-Hasan, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: "Kami biasa shalat sunnah sambil berdoa dalam keadaan berdiri dan bertasbih kepada Allah dalam keadaan rukuk dan sujud."