Bab Apa yang Dikatakan tentang Keutamaan Berjalan Menuju Shalat
Hasan oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ، حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ " .
Diriwayatkan dari Abu Umamah: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika seseorang keluar dari rumahnya setelah berwudhu untuk melaksanakan shalat yang diwajibkan secara berjamaah (di masjid), maka pahalanya seperti pahala orang yang pergi haji setelah mengenakan ihram. Dan siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat dhuha, dan berusaha untuk tujuan ini, maka pahalanya seperti pahala orang yang melakukan umrah. Dan shalat yang diikuti oleh shalat tanpa pembicaraan duniawi di antara keduanya akan dicatat di Illiyyun."