Bab Tentang Shalat yang Dikerjakan Sementara Imam Belum Datang
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ حُمَيْدٍ، قَالَ سَأَلْتُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ عَنِ الرَّجُلِ، يَتَكَلَّمُ بَعْدَ مَا تُقَامُ الصَّلاَةُ فَحَدَّثَنِي عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَعَرَضَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ رَجُلٌ فَحَبَسَهُ بَعْدَ مَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ .
Humaid melaporkan: Saya bertanya kepada Thabit al-Bunani apakah diperbolehkan bagi seorang pria untuk berbicara setelah iqamah dibacakan. Dia menceritakan sebuah hadis dari Anas: (suatu ketika) iqamah telah dibacakan, dan seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ dan menahannya setelah iqamah dibacakan.