Bab Tentang Seorang Pria yang Duduk di Antara Dua Pria Tanpa Izin Mereka
HR. Abu Dawud no. 4844Hasan · Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، - الْمَعْنَى - قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، حَدَّثَنَا عَامِرٌ الأَحْوَلُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، - قَالَ ابْنُ عَبْدَةَ - عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لاَ يُجْلَسُ بَيْنَ رَجُلَيْنِ إِلاَّ بِإِذْنِهِمَا " .
Cara baca (latin)
haddatsana muhammadu ibnu ubaydin, waahmadu ibnu abdaha, - almana - qala haddatsana hammadun, haddatsana amirun alahwalu, an amriw ibni syuaybin, - qala abnu abdaha - an abihi, an jaddihi, anna rasula allahi qala " la yujlasu bayna rajulayni ila biidznihima ".
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid dan Ahmad bin Abadah, - maknanya - keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Amir al-Ahwal, dari Amru bin Shu'aib, - kata Ibn Abadah - dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak boleh duduk di antara dua pria kecuali dengan izin mereka."