Bab Tentang Kebencian Meludah di Masjid
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana ahmadu ibnu shalihin, haddatsana abdu allahi ibnu wahbin, akhbarani amrunw, an bakri ibni sawadaha aljudzamiyyi, an shalihi ibni khaywana, an abi sahlaha assaibi ibni khaladin, - qala ahmadu - min ashhabi annabiyyi anna rajulan amma qawman fabashaqa fi alqiblahi warasulu allahi yanzhuru faqala rasulu allahi hina faragha " la yushalli lakum ". faarada bada dzalika an yushalliya lahum famanauhu waakhbaruhu biqawli rasuli allahi fadzakara dzalika lirasuli allahi faqala " naam ". wahasibtu annahu qala " innaka adzayta allaha warasulahu ".
Diriwayatkan dari Abu Sahla as-Sa'ib bin Khalad: Seorang laki-laki memimpin orang-orang dalam shalat. Dia meludah ke arah qiblah sementara Rasulullah ﷺ melihatnya. Rasulullah ﷺ berkata kepada orang-orang ketika dia selesai shalat: Dia tidak boleh memimpin kalian dalam shalat (selanjutnya). Selanjutnya dia berniat untuk memimpin mereka dalam shalat, tetapi mereka melarangnya dan memberitahunya tentang larangan Rasulullah ﷺ. Dia menyebutkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ yang berkata kepadanya: Ya. Narator berkata: Saya pikir dia (Nabi) berkata: Kamu telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya.