Bab Tidak Dikenakan Sanksi kepada Seorang Pria Karena Kesalahan Saudaranya atau Ayahnya
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana ahmadu ibnu yunusa, haddatsana ubaydu allahi, - yani abna iyadin - haddatsana iyadun, an abi rimtsaha, qala anthalaqtu maa abi nahwa annabiyyi tsumma inna rasula allahi qala labi " abnuka hadza ". qala i warabbi alkabahi qala " haqqan ". qala asyhadu bihi. qala fatabassama rasulu allahi dhahikan min tsabti syabahi fi abi wamin halfi abi alaa. tsumma qala " ama innahu la yajni alayka wala tajni alayhi ". waqaraa rasulu allahi wala taziru wazirahun wizra ukhra
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah, yaitu Ibn Iyad, telah menceritakan kepada kami Iyad, dari Abu Rimthah, ia berkata: "Aku pergi bersama ayahku menuju Nabi ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya kepada ayahku: 'Apakah ini anakmu?' Ia menjawab: 'Ya, demi Tuhan Ka'bah.' Beliau bertanya lagi: 'Benarkah?' Ia menjawab: 'Aku bersaksi atasnya.' Kemudian Rasulullah ﷺ tersenyum karena persamaanku dengan ayahku dan karena sumpah ayahku atas diriku. Kemudian beliau bersabda: 'Sesungguhnya dia tidak akan mendatangkan keburukan kepadamu, dan kamu pun tidak akan mendatangkan keburukan kepadanya.' Dan Rasulullah ﷺ membaca ayat: 'Dan tidaklah seorang yang berdosa memikul dosa orang lain.'