Bab Apa yang Tidak Ada Potongannya
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana allaytsu, ani abni ajlana, an amriw ibni syuaybin, an abihi, an jaddihi abdi allahi ibni amriw ibni alashi, an rasuli allahi annahu suila ani attsamari almuallaqi faqala " man ashaba bifihi min dzi hajahin ghayra muttakhidzin khubnahan fala syaa alayhi waman kharaja bisyain minhu faalayhi gharamahu mitslayhi waaluqubahu waman saraqa minhu syayan bada an yuwiyahu aljarinu fabalagha tsamana almijanni faalayhi alqathu waman saraqa duna dzalika faalayhi gharamahu mitslayhi waaluqubahu ". qala abu dawuda aljarinu aljukhanu.
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Al-Layth, dari Ibn Ajlan, dari Amru bin Shu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Abdullah bin Amr bin Al-As, bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang buah yang tergantung dan beliau bersabda: "Barangsiapa yang mengambilnya dengan mulutnya dalam keadaan membutuhkan dan tidak mengambilnya dalam pakaiannya, maka tidak ada dosa baginya, tetapi barangsiapa yang membawa sebagian darinya, maka dia dikenakan denda dua kali lipat dari nilainya dan hukuman, dan barangsiapa yang mencuri sesuatu darinya setelah diletakkan di tempat pengeringan kurma dan nilainya mencapai harga perisai, maka tangannya harus dipotong. Jika dia mencuri sesuatu yang nilainya lebih rendah dari itu, maka dia dikenakan denda dua kali lipat dari nilainya dan hukuman." Abu Dawud berkata: Jarin berarti tempat pengeringan kurma.