Sunan Abu Dawud · Kitab Pembebasan · No. 3945

Bab Tentang Siapa yang Dikatakan, Tidak Boleh Memperbudak

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ، حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ بِمَعْنَى مَالِكٍ وَلَمْ يَذْكُرْ " وَإِلاَّ فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ " . انْتَهَى حَدِيثُهُ إِلَى " وَأُعْتِقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ " . عَلَى مَعْنَاهُ .

haddatsana abdu allahi ibnu muhammadi ibni asmaa, haddatsana juwayriyahu, an nafiin, ani abni umara, ani annabiyyi bimana malikin walam yadzkur " waila faqad ataqa minhu ma ataqa ". antaha haditsuhu ila " wautiqa alayhi alabdu ". ala manahu.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Asma, telah menceritakan kepada kami Juwairiyah, dari Nafi, dari Ibn Umar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan makna Malik dan tidak menyebutkan "dan jika tidak, maka ia telah memerdekakan dari apa yang ia merdekakan". Hadisnya berakhir pada "dan budak itu dimerdekakan" dengan maknanya.

Penjelasan