Nazar terhadap Sesuatu yang Tidak Dimiliki
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana sulaymanu ibnu harbin, wamuhammadu ibnu isa, qala haddatsana hammadun, an ayyuba, an abi qilabaha, an abi almuhallabi, an imrana ibni hushaynin, : qala kanati aladhbau lirajulin min ibani aqilin wakanat min sawabiqi alhajji qala : fausira faata annabiyya wahuwa fi watsaqin waannabiyyu ala himarin alayhi qathifahun faqala : ya muhammadu alama takhudzuni watakhudzu sabiqaha alhajji qala : " nakhudzuka bijarirahi hulafaika tsaqifin ". qala : wakana tsaqifun qad asaru rajulayni min ashhabi annabiyyi qala : waqad qala fima qala : waana muslimun aw qala : waqad aslamtu. falamma madha annabiyyu - qala abu dawuda : fahimtu hadza min muhammadi ibni isa - nadahu ya muhammadu ya muhammadu. qala : wakana annabiyyu rahiman rafiqan farajaa ilayhi qala : " ma syanuka ". qala : inni muslimun. qala : " law qultaha waanta tamliku amraka aflahta kulla alfalahi ". qala abu dawuda : tsumma rajatu ila haditsi sulaymana qala : ya muhammadu inni jaiun faathimni inni zhamanun fasqini. qala faqala annabiyyu : " hadzihi hajatuka ". aw qala : " hadzihi hajatuhu ". qala : fafudiya arrajulu badu biarrajulayni. qala : wahabasa rasulu allahi aladhbaa lirahlihi - qala - faaghara almusyrikuna ala sarhi almadinahi fadzahabu bialadhbai - qala - falamma dzahabu biha waasaru amraahan mina almuslimina - qala - fakanu idza kana allaylu yurihuna ibilahum fi afniyatihim - qala - fanuwwimu laylahan waqamati almarahu fajaalat la tadhau yadaha ala bairin ila ragha hatta atat ala aladhbai - qala - faatat ala naqahin dzalulin mujarrasahin - qala - farakibatha tsumma jaalat lillahi alayha in najjaha allahu latanharannaha - qala - falamma qadimati almadinaha urifati annaqahu naqahu annabiyyi faukhbira annabiyyu bidzalika faarsala ilayha, fajia biha waukhbira ibinadzriha faqala : " bisama jazaytiha ". aw : " jazatha ". : " ini allahu anjaha alayha latanharannaha, la wafaa linadzrin fi mashiyahi allahi wala fima la yamliku abnu adama ". qala abu dawuda : waalmarahu hadzihi amraahu abi dzarrin.
Dari ‘Imran bin Husain ra., ia berkata: Seekor unta betina bernama ‘Adhba’ milik seseorang dari Bani ‘Aqil adalah unta yang biasa mendahului para jamaah haji. Kemudian pemiliknya ditawan dan dibawa dalam keadaan terikat kepada Nabi ﷺ, sementara Nabi ﷺ menunggangi keledai beralaskan kain. Lelaki itu berkata: “Wahai Muhammad, mengapa engkau menangkapku dan mengambil unta yang biasa mendahului jamaah haji?” Nabi ﷺ menjawab: “Kami menahanmu karena perbuatan sekutumu, Tsaqif. Mereka menahan dua orang sahabat Nabi ﷺ.” Lelaki itu berkata—di antara ucapannya: “Aku adalah seorang Muslim,” atau “Aku telah masuk Islam.” Ketika Nabi ﷺ berlalu, lelaki itu memanggil: “Wahai Muhammad! Wahai Muhammad!” Nabi ﷺ yang penyayang kembali kepadanya dan bertanya: “Apa keperluanmu?” Ia menjawab: “Aku seorang Muslim.” Nabi ﷺ bersabda: “Seandainya engkau mengatakannya ketika perkara itu masih di tanganmu, niscaya engkau akan beruntung sepenuhnya.” Dalam riwayat lain: “Wahai Muhammad, aku lapar, maka berilah aku makan; aku haus, maka berilah aku minum.” Nabi ﷺ bersabda: “Itulah kebutuhanmu.” Kemudian lelaki itu ditukar sebagai tebusan untuk dua sahabat. Nabi ﷺ menahan unta ‘Adhba’ untuk keperluan perjalanan beliau. Namun kemudian para musyrik menyerang hewan ternak di Madinah dan membawa pergi ‘Adhba’ serta menawan seorang wanita Muslim. Pada malam hari, mereka menidurkan unta-unta mereka di halaman. Wanita itu bangun, dan setiap kali ia menyentuh seekor unta, unta itu meringkik, sampai ia menemukan ‘Adhba’, seekor unta jinak yang sudah terlatih. Ia menungganginya dan bernazar bahwa jika Allah menyelamatkannya, ia akan menyembelihnya. Ketika ia tiba di Madinah, orang-orang mengenali unta Nabi ﷺ. Lalu Nabi ﷺ dipanggil dan diberi tahu tentang nazar wanita itu. Beliau bersabda: “Sungguh buruk balasan yang engkau berikan kepadanya. Allah menyelamatkanmu dengan menaikinya, tetapi engkau bernazar untuk menyembelihnya. Tidak ada pemenuhan nazar dalam kemaksiatan kepada Allah, dan tidak pula dalam sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak Adam.” Abu Dawud berkata: Wanita itu adalah istri Abu Dzar.