Sunan Abu Dawud · Kitab Warisan · No. 2888

Bab Siapa yang Tidak Memiliki Anak dan Memiliki Saudara Perempuan

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ فِي الْكَلاَلَةِ يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ .

haddatsana muslimu ibnu ibrahima, haddatsana syubahu, an abi ishaqa, ani albarai ibni azibin, qala akhiru ayahin nazalat fi alkalalhi yastaftunaka quli allahu yuftikum fi alkalalhi.

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abu Ishaq, dari Al-Bara' bin 'Azib, ia berkata: Ayat terakhir yang diturunkan tentang orang yang meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan atau orang tua adalah: "Mereka bertanya kepadamu tentang hukum warisan. Katakanlah: Allah menjelaskan (demikian) tentang orang yang tidak meninggalkan keturunan atau orang tua sebagai ahli waris."

Penjelasan