Shahih
Bab Menunjukkan Kedua Ketiak dan Menjauhkan Diri dalam Sujud
Dari Abdullah bin Malik bin Buhaina: Setiap kali Nabi (ﷺ) melakukan shalat, beliau menjauhkan kedua tangannya dari tubuhnya sehingga terlihat putihnya ketiaknya.
Shahih
Dari Abdullah bin Malik bin Buhaina: Setiap kali Nabi (ﷺ) melakukan shalat, beliau menjauhkan kedua tangannya dari tubuhnya sehingga terlihat putihnya ketiaknya.
Shahih oleh Darussalam
Saya shalat bersama Rasulullah (ﷺ) dan saya biasa melihat putihnya ketiaknya ketika beliau sujud.
Shahih oleh Darussalam
Fitrah itu ada lima: Memotong kumis, mencabut rambut ketiak, memotong kuku, mencukur rambut kemaluan, dan khitan.
Shahih oleh Darussalam
Lima hal termasuk fitrah: Memotong kumis, mencabut rambut ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan khitan.
Shahih oleh Darussalam
Aku bersama ayahku di padang Namirah. Aku melewati sebuah gunung dan melihat Rasulullah (ﷺ) berdiri dalam Salat.
Shahih
Ketika Nabi (ﷺ) sujud, beliau menyebarkan kedua tangannya sehingga terlihat putihnya ketiaknya.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Maimunah bahwa: "Ketika Rasulullah (ﷺ) sujud, beliau mengulurkan kedua tangannya ke samping, sehingga putihnya ketiaknya terlihat dari belakang. Dan ketika beliau duduk, beliau bersandar pada paha kirin
Shahih
Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم sujud, beliau memisahkan kedua tangannya sehingga kami dapat melihat ketiaknya.
Shahih oleh Darussalam
Fitrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut rambut ketiak.
Shahih oleh Darussalam
A time limit was set for us, by the Messenger of Allah (ﷺ), regarding trimming the mustache, clipping the nails and plucking the pubes; we were not to leave that for more than forty days," on one occasion he said: "Forty
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik berkata: "Kami diberikan batas waktu terkait memotong kumis, mencukur rambut kemaluan, mencabut rambut ketiak, dan memotong kuku. Kami tidak boleh membiarkannya lebih dari empat puluh ha
Shahih
Dari Abdullah bin Malik bin Buhaina, "Ketika Nabi (ﷺ) shalat, beliau memisahkan tangannya dari tubuhnya dengan lebar sehingga terlihat putihnya ketiaknya."
Shahih oleh Darussalam
Fitrah ada lima: Khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis.
Shahih
Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis, dan memotong kuku.
Shahih
Ibrahim berkhitan setelah berusia delapan puluh tahun, dan ia berkhitan dengan alat pemotong.
Shahih
Ibn 'Abbas berkata, 'Ketika Nabi meninggal, saya sudah dikhitan.'
Shahih
Sa'id ibn Jubair berkata, "Ibn 'Abbas berkata, 'Ketika Nabi (ﷺ) wafat, saya sudah dikhitan.'"
Shahih oleh Darussalam
Aku melihat putihnya ketiak Rasulullah (ﷺ) setiap kali ia sujud.
Shahih
Bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangannya (dalam doa) hingga terlihat putihnya ketiaknya.
Shahih oleh Al-Albani
Menetapkan waktu empat puluh hari untuk mencukur kumis dan mencabut rambut di bawah ketiak.