Sekitar lebih dari 1000 hadits
Jabir bin Abdullah berkata: "Nabi صلى الله عليه وسلم melarang kami menghadap Qiblah saat buang air kecil. Kemudian saya melihat beliau menghadapnya setahun sebelum beliau meninggal."
Al-Mughirah bin Shu'bah berkata: Saya bersama Nabi (ﷺ) dalam perjalanan. Nabi (ﷺ) harus buang air, maka beliau pergi jauh.
Dari Ibn Abbas: "Rasulullah (ﷺ) melakukan Wudhu, dan dia mengambil satu genggam (air) dan berkumur serta menghirup air. Kemudian dia mengambil genggam lain dan mencuci wajahnya. Lalu dia mengambil genggam…
Ubayy bin Ka'b meriwayatkan bahwa: Nabi (ﷺ) bersabda: "Sesungguhnya ada setan untuk Wudhu yang disebut 'Al-Walahan'. Maka waspadalah terhadap keraguan tentang air."
Dari Al-Hakam, dari ayahnya, bahwa ketika Rasulullah (ﷺ) melakukan Wudhu, dia mengambil segenggam air dan melakukan ini. Shu'bah menggambarkannya: "Dia akan menyiramkan air tersebut ke bagian kemaluannya."
Abu Hayyah berkata: "Saya melihat Ali berwudhu, mencuci setiap bagian tiga kali. Kemudian ia berdiri dan meminum sisa air wudhunya dan berkata: 'Rasulullah (ﷺ) melakukan seperti yang saya lakukan.'"
Dari Hakam bin 'Amr bahwa: Rasulullah (ﷺ) melarang laki-laki untuk berwudhu dengan sisa air wudhu wanita.
Diriwayatkan bahwa Safwan bin 'Assal berkata: "Aku menuangkan air untuk Nabi صلى الله عليه وسلم dalam perjalanan dan saat menetap, ketika beliau melakukan wudhu."
Diriwayatkan dari Abu Ayyub bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Air adalah untuk Air." 1 1 Artinya, air untuk melakukan Ghusl adalah wajib ketika keluarnya air (sperma).
Al-Rubayyi’ melaporkan: Nabi ﷺ mengusap kepalanya dengan air yang tersisa di tangannya.
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.