Musnad Ali bin Abi Talib
Jika kalian diberitahu sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah itu dalam cara yang terbaik, paling terarah, dan paling bertakwa.
10 hadits tentang kehati-hatian menyampaikan dan meriwayatkan hadits Nabi
Jika kalian diberitahu sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah itu dalam cara yang terbaik, paling terarah, dan paling bertakwa.
Jika kalian diberitahu sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah itu dalam cara yang paling terarah, terbaik, dan paling bertakwa.
Diriwayatkan bahwa Abu Abdur-Rahman as-Sulami berkata: Ali berkata: Jika saya memberitahukan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah Rasulullah ﷺ dalam keadaan terbaik, paling terarah, dan paling be
Jika saya memberitahukan kepada Anda sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah beliau dalam cara yang terbaik, cara yang paling terarah, dan cara yang paling bertakwa.
Jika saya memberitakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah dia dalam cara terbaik, cara yang paling terarah dan cara yang paling bertakwa.
Jika saya menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah dia dalam cara yang terbaik, yang paling terarah, dan yang paling bertaqwa.
Ketika saya menceritakan Hadits dari Rasulullah ﷺ kepada kalian, maka anggaplah beliau sebagai yang terbaik, yang paling benar petunjuknya dan yang paling bertaqwa (takwa, ketaatan).
Diriwayatkan bahwa Ali (رضي الله عنه) berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa pun yang menceritakan sebuah hadits dariku dengan anggapan bahwa itu adalah kebohongan, maka dia adalah pendusta yang paling buruk."
Zuhayr bin Harb menceritakan kepada saya, Ismā'īl, yaitu Ibn Ulayyah menceritakan kepada kami, dari Abd il-Azīz ibn Suhayb, dari Anas bin Mālik, bahwa ia berkata: 'Sesungguhnya yang menghalangiku untuk menceritakan kepad
Dari Ali (Semoga Allah meridhoi dia) berkata: Jika kalian diberitahu sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, maka anggaplah dia dalam cara yang paling terarah, paling bertakwa, dan paling baik.