Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia berada di dasar gunung, takut bahwa gunung itu akan jatuh menimpanya. Sedangkan orang yang fasik melihat dosa-dosanya seolah-olah (itu) lalat yang hinggap di hidungnya.
Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia berada di dasar gunung, takut bahwa gunung itu akan jatuh menimpanya. Sedangkan orang yang fasik melihat dosa-dosanya seolah-olah (itu) lalat yang hinggap di hidungnya.
Allah lebih gembira dengan tobat salah seorang di antara kalian daripada seorang laki-laki di tanah yang tandus, hancur, yang memiliki kendaraannya yang membawa bekal, makanan, dan minumannya serta apa yang dibutuhkannya