Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa ruqyah (bacaan penyembuhan) yang diajarkan oleh Nabi ﷺ untuk orang yang sakit. Doa ini sangat agung karena di dalamnya terdapat pengakuan bahwa Allah semata yang menyembuhkan, dan kita memohon kesembuhan yang sempurna tanpa menyisakan penyakit. Hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim boleh mendoakan kesembuhan untuk saudaranya yang sakit dengan doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (no. 973)
Dari Abdul Aziz bin Shuhaib, ia berkata: "Aku dan Tsabit Al-Bunani masuk menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata: 'Wahai Abu Hamzah, aku sedang sakit.' Anas berkata: 'Maukah engkau aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah ﷺ?' Tsabit menjawab: 'Ya.' Maka Anas berdoa:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah bahaya dan sembuhkanlah (dia). Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, sembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 5742) dan Imam Muslim (no. 2191) dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ membacakan doa ini untuk keluarganya yang sakit.
Kaitan dengan Ulama:
Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya menyebutkan bahwa hadits ini hasan shahih. Beliau juga menceritakan bahwa beliau bertanya kepada Abu Zur'ah Ar-Razi (salah satu ulama hadits terkemuka) tentang jalur periwayatan hadits ini, dan Abu Zur'ah menjawab bahwa kedua jalur periwayatan tersebut shahih.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Makna Doa yang Agung
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan bahwa Allah adalah Rabb (Tuhan) seluruh manusia, dan hanya Dia yang mampu menghilangkan penyakit. Kalimat "Mudzhibal ba's" artinya Yang menghilangkan bahaya dan kesulitan. Ini adalah pengakuan bahwa segala penyakit datang dari Allah dan hanya Allah yang bisa menghilangkannya.
2. Penetapan Sifat Asy-Syafi (Yang Menyembuhkan)
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat Asy-Syafi (Maha Menyembuhkan). Doa ini mengajarkan kita untuk memohon kesembuhan hanya kepada Allah, karena tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Dia. Ini adalah bentuk tauhid dalam berdoa.
3. Permohonan Kesembuhan Total
Kalimat "Syifa'an la yughadiru saqaman" (sembuhan yang tidak meninggalkan penyakit) menunjukkan permohonan kesembuhan yang sempurna. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah permohonan agar Allah menyembuhkan secara total, tidak ada sisa penyakit yang tersisa.
4. Bolehnya Ruqyah dengan Doa yang Diajarkan Nabi
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa ruqyah yang disyariatkan adalah yang bersumber dari Al-Qur'an dan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Ruqyah seperti ini diperbolehkan bahkan dianjurkan, selama tidak mengandung kesyirikan.
5. Adab Menjenguk Orang Sakit
Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa hadits ini juga mengajarkan adab menjenguk orang sakit, yaitu mendoakan kesembuhan untuknya. Ini adalah salah satu hak seorang muslim terhadap saudaranya yang sakit.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menjenguk salah seorang sahabatnya yang sakit, beliau mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanannya sambil membaca doa ini. Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Nabi ﷺ apabila menjenguk orang sakit atau dibawakan kepadanya orang yang sakit, beliau mengucapkan doa ini.
Kisah ini menunjukkan betapa lembutnya akhlak Nabi ﷺ dalam menjenguk orang sakit. Beliau tidak hanya mengucapkan kata-kata penghibur, tetapi juga mendoakan dengan doa yang penuh makna dan harapan. Ini mengajarkan kita untuk selalu mendoakan kebaikan bagi saudara kita yang sedang diuji dengan penyakit.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan doa ini dan amalkan ketika menjenguk orang sakit atau ketika diri kita sendiri sakit.
- Yakinlah bahwa kesembuhan hanya dari Allah, dan doa adalah salah satu sebab yang Allah tetapkan untuk meraih kesembuhan.
- Gunakan ruqyah yang syar'i (sesuai tuntunan) yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits, bukan ruqyah yang mengandung kesyirikan.
- Jenguklah orang sakit dan doakan mereka, karena ini adalah hak sesama muslim.
- Ajarkan doa ini kepada keluarga agar mereka bisa mengamalkannya ketika sakit.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.