Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 856 tentang Tata cara tawaf dan shalat di Maqam Ibrahim

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, yang menggambarkan secara rinci tata cara thawaf dan sa'i yang dilakukan Nabi ﷺ saat tiba di Makkah. Hadits ini menjadi dasar bagi para ulama dalam menjelaskan bahwa thawaf dimulai dari Hajar Aswad, dilakukan dengan raml (berjalan cepat) pada tiga putaran pertama, lalu shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, kemudian kembali lagi ke Hajar Aswad, dan selanjutnya keluar menuju Shafa untuk memulai sa'i.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:

QS. Al-Baqarah [2]: 125

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

"Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat."

QS. Al-Baqarah [2]: 158

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah."

2. Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Haji, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Cara Thawaf", no. 856. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.

3. Kaitan dengan ulama:

Hadits ini diriwayatkan melalui jalur Sufyan Ats-Tsauri (salah satu ulama besar tabi'ut tabi'in yang masuk dalam daftar rujukan kita) dari Ja'far bin Muhammad (Ja'far Ash-Shadiq) dari ayahnya (Muhammad Al-Baqir) dari Jabir bin Abdillah. Ini menunjukkan sanad yang bersambung dan kuat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

Pertama: Memulai thawaf dari Hajar Aswad.

Nabi ﷺ ketika masuk Masjidil Haram langsung menuju Hajar Aswad dan menciumnya (istilam). Ini menunjukkan bahwa thawaf dimulai dari Hajar Aswad. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa thawaf harus dimulai dari Hajar Aswad, dan jika seseorang memulai dari tempat lain, maka putaran tersebut tidak dihitung.

Kedua: Raml pada tiga putaran pertama.

Raml adalah berjalan cepat dengan langkah yang pendek-pendek dan menggerakkan bahu. Ini dilakukan pada tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada empat putaran terakhir. Syaikh Al-Albani dalam Hajjatun Nabi menjelaskan bahwa raml ini disyariatkan untuk menunjukkan kekuatan dan kegagahan kaum muslimin, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa kaum musyrikin saat itu mengatakan "Mereka terkena demam (lemah)", maka Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk raml agar kaum musyrikin melihat kekuatan mereka.

Ketiga: Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, Nabi ﷺ shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, dengan posisi Maqam berada di antara beliau dan Ka'bah. Ini berdasarkan firman Allah "Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, dan Nabi ﷺ mengamalkannya langsung.

Keempat: Kembali ke Hajar Aswad setelah shalat.

Setelah shalat dua rakaat, Nabi ﷺ kembali lagi ke Hajar Aswad dan menciumnya. Ini menunjukkan bahwa istilam (mencium) Hajar Aswad dilakukan di awal dan di akhir thawaf sebelum keluar menuju Shafa.

Kelima: Keluar menuju Shafa untuk memulai sa'i.

Setelah itu, Nabi ﷺ keluar menuju Shafa sambil membaca firman Allah "Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah." Ini menunjukkan bahwa sa'i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits Jabir ini adalah salah satu hadits yang paling lengkap dalam menjelaskan manasik haji, karena Jabir merinci setiap gerakan Nabi ﷺ dalam haji wada'.

Story Telling

Ada kisah menarik tentang raml yang dilakukan Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ tiba di Makkah pada tahun Hudaibiyah (atau pada saat Fathu Makkah), kaum musyrikin berkata, "Muhammad dan para sahabatnya telah dilemahkan oleh demam Madinah." Maka Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk melakukan raml pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya. Beliau bersabda: "Semoga Allah merahmati kalian, perlihatkanlah kepada mereka bahwa kalian memiliki kekuatan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Para sahabat pun melakukan raml dengan semangat, dan kaum musyrikin yang melihat dari balik Hijir berkata, "Mereka benar-benar kuat!" Ini menunjukkan bahwa raml bukan sekadar gerakan fisik, tetapi memiliki hikmah dakwah dan psikologis yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad — setiap putaran harus melewati Hajar Aswad.
  2. Raml (berjalan cepat) dilakukan pada tiga putaran pertama bagi laki-laki, dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.
  3. Setelah thawaf, shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dengan posisi Maqam antara kita dan Ka'bah.
  4. Kembali ke Hajar Aswad untuk istilam sebelum keluar menuju Shafa.
  5. Sa'i dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah, sambil membaca ayat tentang syi'ar Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?