Bab Apa yang Diriwayatkan Tentang Puasa di Bulan Muharram
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ سَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ أَىُّ شَهْرٍ تَأْمُرُنِي أَنْ أَصُومَ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ لَهُ مَا سَمِعْتُ أَحَدًا يَسْأَلُ عَنْ هَذَا إِلاَّ رَجُلاً سَمِعْتُهُ يَسْأَلُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا قَاعِدٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ شَهْرٍ تَأْمُرُنِي أَنْ أَصُومَ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ " إِنْ كُنْتَ صَائِمًا بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَصُمِ الْمُحَرَّمَ فَإِنَّهُ شَهْرُ اللَّهِ فِيهِ يَوْمٌ تَابَ اللَّهُ فِيهِ عَلَى قَوْمٍ وَيَتُوبُ فِيهِ عَلَى قَوْمٍ آخَرِينَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ .
An-Nu'man bin Sa'd menceritakan: "Seorang lelaki bertanya kepada Ali: 'Bulan apa yang engkau perintahkan aku untuk berpuasa setelah bulan Ramadan?' Dia menjawab: 'Aku tidak mendengar ada orang yang bertanya tentang ini kecuali seorang lelaki yang aku dengar bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika aku duduk bersamanya. Dia berkata: 'Wahai Rasulullah! Bulan apa yang engkau perintahkan aku untuk berpuasa setelah bulan Ramadan?' Dia menjawab: 'Jika engkau berpuasa setelah bulan Ramadan, maka berpuasalah di bulan Muharram, karena sesungguhnya itu adalah bulan Allah di mana terdapat hari yang Allah menerima tobat suatu kaum, dan di mana Dia menerima tobat kaum lainnya.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
