Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 665 tentang Berikan meski hanya sedikit kepada peminta

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya memberi kepada peminta dengan apa pun yang kita mampu, sekalipun itu sesuatu yang sangat sederhana dan dianggap remeh seperti "kaki (tanduk) hewan yang dibakar". Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, menolak orang yang meminta dengan tangan kosong adalah perbuatan yang tidak disukai, dan memberi walau sedikit lebih baik daripada menolak sama sekali. Hadits ini juga menekankan keutamaan niat ikhlas dalam bersedekah, karena Allah menilai hati dan usaha kita, bukan besar kecilnya pemberian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Zakat, Bab "Hak Si Peminta", no. 665. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (baik dan sahih).

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 271:

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Hadits terkait lainnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا"

"Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah menerima sedekah yang berasal dari usaha yang halal dan baik, meskipun jumlahnya sedikit.

Kaitan dengan ulama:

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya memberi kepada peminta meskipun dengan sesuatu yang kecil, karena menolak peminta dapat menyakiti hatinya. Beliau juga menekankan bahwa pemberian yang kecil tidak boleh diremehkan, karena bisa jadi itulah yang Allah jadikan sebab keberkahan dan pahala.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Ummu Bujaid radhiyallahu 'anha, seorang wanita sahabat yang telah berbai'at kepada Rasulullah ﷺ. Ia mengeluhkan bahwa ada orang miskin yang sering berdiri di depan pintunya, namun ia tidak memiliki apa pun untuk diberikan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Jika kamu tidak menemukan sesuatu untuk diberikan kepadanya kecuali kaki (tanduk) hewan yang dibakar, maka berikanlah itu kepadanya."

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Perintah untuk tidak menolak peminta. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan menolak orang yang meminta dengan kasar atau mengusirnya, karena hal itu dapat mematahkan hatinya. Memberi walau sedikit lebih baik daripada menolak dengan tangan kosong.
  2. Makna "ظِلْفًا مُحْرَقًا" (kaki/tanduk yang dibakar). Ini adalah bagian dari hewan yang biasanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Namun Nabi ﷺ tetap memerintahkan untuk memberikannya, agar si peminta tidak pulang dengan tangan hampa. Ini menunjukkan bahwa tidak ada pemberian yang terlalu kecil dalam sedekah.
  3. Keutamaan niat dan usaha. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Allah tidak melihat besar kecilnya pemberian, tetapi melihat keikhlasan hati dan usaha hamba-Nya. Sedekah yang sedikit namun ikhlas lebih dicintai Allah daripada sedekah yang banyak namun riya'.
  4. Menghibur hati peminta. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa memberikan sesuatu kepada peminta, meskipun kecil, adalah bentuk penghormatan dan penghiburan. Ini lebih baik daripada mengabaikannya.
  5. Tidak boleh meremehkan sedekah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Wahai para wanita muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan pemberian kepada tetangganya walau hanya berupa kaki (tanduk) kambing." (HR. Bukhari no. 2566). Ini menunjukkan bahwa sekecil apa pun pemberian, ia tetap memiliki nilai di sisi Allah.

Story Telling

Ada kisah indah dari seorang ulama salaf yang menunjukkan semangat memberi walau sedikit. Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah dikenal sebagai ulama yang sangat dermawan. Suatu hari, ada seorang peminta datang kepadanya. Saat itu Sufyan tidak memiliki apa pun. Ia pun mencari-cari di rumahnya, dan akhirnya menemukan sepotong roti kering. Ia memberikannya kepada peminta itu sambil berkata, "Janganlah engkau meremehkan pemberian ini, karena bisa jadi Allah menjadikan keberkahan padanya." Peminta itu pun menerimanya dengan senang.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa memberi dengan ikhlas adalah akhlak para ulama dan orang-orang shalih. Mereka tidak pernah membiarkan peminta pulang dengan tangan kosong selama masih ada yang bisa diberikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan pernah menolak peminta dengan kasar atau mengusirnya, karena itu menyakiti hati dan bertentangan dengan akhlak Islam.
  2. Berilah apa pun yang kita mampu, sekecil apa pun nilainya. Yang penting adalah keikhlasan dan usaha kita.
  3. Jangan meremehkan sedekah yang kecil, karena bisa jadi itulah yang Allah terima dan lipatgandakan pahalanya.
  4. Niatkan setiap pemberian karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang.
  5. Jika benar-benar tidak memiliki apa pun, tolaklah dengan cara yang halus dan doakan kebaikan untuknya, karena mendoakan juga merupakan bentuk kebaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.