Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3925 tentang Keutamaan Makkah sebagai tanah terbaik dan paling dicintai Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan kota Makkah sebagai tanah yang paling dicintai Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ mengungkapkan kerinduan dan kecintaannya kepada Makkah, serta menjelaskan bahwa beliau meninggalkannya bukan karena pilihan, melainkan karena diusir oleh kaumnya. Ini mengajarkan kita tentang cinta kepada tanah air dan keutamaan tempat-tempat yang dimuliakan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Keutamaan Rasulullah ﷺ, Bab Keutamaan Makkah, nomor 3925. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَدِيِّ بْنِ حَمْرَاءَ الزُّهْرِيِّ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَاقِفًا عَلَى الْحَزْوَرَةِ فَقَالَ " وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلاَ أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ "

Artinya: "Demi Allah! Sesungguhnya engkau (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah dan bumi yang paling dicintai Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar (dari Makkah)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya dan Imam Ibnu Majah, dengan sanad yang serupa. Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan pula oleh Yunus dari Az-Zuhri, dan juga oleh Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, namun riwayat Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abdullah bin 'Adi bin Hamra' menurut beliau lebih shahih.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Kota Makkah

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Makkah atas seluruh bumi. Makkah adalah tanah yang paling mulia dan paling dicintai Allah ﷻ. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ali 'Imran [3]: 96:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa keberkahan Makkah mencakup keberkahan agama dan dunia, karena di sana terdapat Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam dan tempat turunnya wahyu.

2. Makna "Aku diusir darimu"

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak keluar dari Makkah karena keinginannya sendiri, tetapi karena tekanan dan pengusiran oleh kaum musyrikin Quraisy. Ini menunjukkan bahwa kecintaan beliau kepada Makkah sangat dalam, namun beliau tetap hijrah karena perintah Allah dan demi kemaslahatan dakwah.

3. Pelajaran tentang Cinta Tanah Air

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau bersabda:

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ

"Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih."

Ini menunjukkan bahwa cinta kepada tanah air adalah fitrah manusia, dan Islam tidak melarangnya, bahkan menjadikannya sebagai sarana untuk menghargai nikmat Allah berupa tempat tinggal.

4. Perbedaan Pendapat tentang Keutamaan Makkah

Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah Makkah lebih utama dari Madinah. Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa Makkah lebih utama dari Madinah berdasarkan hadits ini. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa Madinah lebih utama, berdasarkan hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan Madinah, seperti sabda Nabi ﷺ:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي أُحَرِّمُ الْمَدِينَةَ

"Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan Makkah, dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah." (HR. Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah Makkah lebih utama secara mutlak, karena hadits ini shahih dan tegas menyebutkan bahwa Makkah adalah bumi yang paling dicintai Allah. Adapun keutamaan Madinah adalah dalam hal menjadi tempat hijrah dan tempat dimakamkannya Nabi ﷺ, namun itu tidak menafikan keutamaan Makkah secara umum.

5. Faedah dari Sanad Hadits

Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini hasan shahih gharib. Para ulama hadits menjelaskan bahwa gharib di sini berarti hadits ini memiliki keunikan dalam sanadnya, namun tetap shahih karena perawinya tsiqah (terpercaya). Az-Zuhri adalah salah satu ulama besar tabi'in yang sangat teliti dalam periwayatan hadits.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ keluar dari Makkah menuju Madinah dalam peristiwa hijrah, beliau berhenti di sebuah tempat dan menoleh ke arah Makkah dengan perasaan haru. Beliau bersabda:

مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

"Alangkah baiknya engkau wahai negeri, dan alangkah cintanya aku kepadamu. Seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat selainmu." (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hasan shahih)

Kisah ini menunjukkan betapa dalamnya cinta Rasulullah ﷺ kepada kampung halamannya. Namun beliau tetap rela meninggalkannya demi menjalankan perintah Allah dan menyebarkan agama-Nya. Ini pelajaran bagi kita: cinta kepada tanah air tidak boleh menghalangi ketaatan kepada Allah dan hijrah demi agama.

Kesimpulan Praktis

  1. Makkah adalah bumi yang paling utama dan paling dicintai Allah — kita wajib mengimani dan menghormati keutamaannya.
  2. Cinta kepada tanah air adalah fitrah — Rasulullah ﷺ sendiri mencintai Makkah, dan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
  3. Hijrah karena Allah adalah bentuk pengorbanan — meskipun berat meninggalkan kampung halaman, jika Allah memerintahkan, kita harus taat.
  4. Menghormati tempat-tempat suci — kita harus menjaga adab ketika berada di Makkah dan Madinah, serta tidak meremehkan keutamaannya.
  5. Mengambil pelajaran dari kecintaan Nabi ﷺ — kita harus meneladani kecintaan beliau kepada tempat-tempat yang dimuliakan Allah dengan cara beribadah di sana dengan ikhlas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi