Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3756 tentang Sa'd bin Abi Waqqas menjaga Rasulullah di malam hari

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat utama dan termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga. Rasulullah ﷺ mendoakan kebaikan untuknya karena ia datang menjaga beliau di malam hari tanpa diminta. Hadits ini juga mengajarkan adab cinta dan pengorbanan kepada Nabi ﷺ, serta keutamaan menjaga keamanan pemimpin kaum muslimin. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (Jami' At-Tirmidzi no. 3756, Kitab Keutamaan Rasulullah ﷺ, Bab Keutamaan Sa'd bin Abi Waqqas):

Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ tidak tidur pada malam kedatangannya di Madinah, lalu beliau bersabda: "Seandainya ada seorang yang saleh menjaga saya malam ini." Kemudian terdengar bunyi senjata, dan ternyata Sa'd bin Abi Waqqas datang. Rasulullah ﷺ bertanya: "Apa yang membawamu?" Sa'd menjawab: "Aku merasa khawatir terhadap keselamatan Rasulullah ﷺ, maka aku datang menjaganya." Maka Rasulullah ﷺ mendoakannya, lalu beliau tidur. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Ayat Al-Qur'an yang relevan — tentang keutamaan berkorban dan menjaga, serta pujian Allah kepada para sahabat:

QS. At-Taubah [9]: 100

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Sa'd bin Abi Waqqas termasuk kaum Muhajirin yang pertama masuk Islam, sehingga ayat ini mencakup keutamaannya.

Hadits pendukung — dari Sa'id bin Zaid dan lainnya, bahwa Nabi ﷺ menyebut Sa'd termasuk yang dijamin masuk surga (diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan hal ini dalam kitab mereka tentang keutamaan para sahabat.

Penjelasan Rinci

1. Kedudukan Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu

Sa'd bin Abi Waqqas (nama ayahnya: Malik bin Wahab) adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga. Ia termasuk orang yang paling awal masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun), salah satu dari enam anggota syura yang ditunjuk Umar bin al-Khaththab, dan panglima dalam Perang Qadisiyyah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan keutamaan-keutamaan ini secara terperinci.

2. Makna sabda Nabi ﷺ "Seandainya ada seorang yang saleh menjaga saya malam ini"

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini bukanlah bentuk kelemahan atau ketergantungan Nabi ﷺ kepada manusia, melainkan bentuk tawakal beliau kepada Allah disertai mengambil sebab (al-asbab). Nabi ﷺ sedang dalam keadaan waspada karena baru tiba di Madinah, dan beliau mengharapkan seorang saleh yang bisa membantu menjaga. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa merasa perlu keamanan, namun hatinya tetap bergantung kepada Allah.

3. Sikap Sa'd bin Abi Waqqas

Sa'd datang tanpa diminta, semata-mata karena rasa cinta dan khawatir terhadap keselamatan Nabi ﷺ. Ini menunjukkan tingginya adab dan pengorbanan sahabat. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang keutamaan sahabat menyebutkan bahwa para sahabat memang memiliki sifat itsar (mendahulukan orang lain) dan hubb (cinta) kepada Nabi ﷺ yang luar biasa.

4. Doa Nabi ﷺ untuk Sa'd

Nabi ﷺ mendoakan Sa'd. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mendoakan: "Ya Allah, kabulkanlah doanya" — dan ini termasuk doa yang dikabulkan, sebagaimana dikenal bahwa Sa'd adalah orang yang doanya mustajab. Ibnu Katsir dan Adz-Dzahabi menyebutkan hal ini dalam biografi Sa'd.

5. Penilaian hadits

Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Sanadnya melalui Qutaibah bin Sa'id, dari Al-Layts bin Sa'd, dari Yahya bin Sa'id al-Anshari, dari Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Para perawi ini semuanya tsiqah (terpercaya) menurut penilaian Yahya bin Ma'in, Ali bin al-Madini, dan Abu Hatim ar-Razi.

6. Perbedaan pendapat ulama

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang keutamaan Sa'd dan keabsahan hadits ini. Yang ada hanyalah perbedaan dalam memahami apakah peristiwa ini terjadi pada malam pertama kedatangan Nabi ﷺ di Madinah atau setelahnya. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa yang tampak adalah malam-malam awal kedatangan, karena saat itu Nabi ﷺ masih dalam masa penyesuaian dan kewaspadaan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa pada malam-malam awal kedatangan Rasulullah ﷺ di Madinah, beliau belum merasa tenang sepenuhnya. Meskipun kaum Anshar telah menyambut dengan penuh cinta, beliau tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan. Malam itu, 'Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa Nabi ﷺ tidak bisa tidur. Beliau bersabda dengan lembut: "Seandainya ada seorang saleh yang menjaga saya malam ini."

Tidak lama kemudian, terdengar suara gemerincing senjata. Nabi ﷺ bertanya: "Siapa ini?" Sebuah suara menjawab: "Sa'd bin Abi Waqqas." Nabi ﷺ bertanya: "Apa yang membawamu?" Sa'd menjawab dengan jujur: "Aku merasa khawatir terhadap keselamatan Rasulullah ﷺ, maka aku datang menjaganya."

Betapa indahnya jawaban itu. Sa'd tidak datang karena ingin dipuji, tidak karena ingin mendapatkan kedudukan, tetapi semata-mata karena cinta dan khawatir. Nabi ﷺ pun mendoakannya, lalu beliau tidur dengan tenang. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan merupakan salah satu bukti nyata kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Cintailah Nabi ﷺ dan para sahabatnya — Sa'd bin Abi Waqqas adalah contoh sahabat yang mencintai Nabi ﷺ dengan pengorbanan nyata.
  2. Ambil sebab (al-asbab) dalam menjaga diri — Nabi ﷺ tetap waspada dan mencari penjaga, meskipun beliau bertawakal kepada Allah. Ini mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan usaha.
  3. Berbuat baik tanpa diminta — Sa'd datang menjaga Nabi ﷺ tanpa diperintah. Ini adalah adab mulia yang patut diteladani.
  4. Doakan orang yang berbuat baik kepada kita — Nabi ﷺ mendoakan Sa'd sebagai balasan kebaikannya.
  5. Kenali keutamaan para sahabat — Mempelajari keutamaan sahabat seperti Sa'd bin Abi Waqqas menumbuhkan cinta kepada mereka dan mengikuti jejak mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?