Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi kesaksian Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu tentang tiga keutamaan besar Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang membuatnya tidak mau mencela beliau: kedudukan Ali seperti Harun di sisi Musa (tanpa kenabian), pemberian bendera Khaibar kepada orang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, serta doa Nabi ﷺ bahwa Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain adalah keluarganya. Hadits ini menunjukkan wajibnya menjaga lisan dari mencela para sahabat, khususnya Ali, dan mengenali keutamaan mereka dengan adab.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an terkait (peristiwa mubahalah):
QS. Ali 'Imran [3]: 61
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Terjemahan: "Maka siapa yang membantahmu tentang hal itu setelah datang kepadamu ilmu, katakanlah: 'Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kalian, diri-diri kami dan diri-diri kalian, kemudian kita bermubahalah dan kita jadikan laknat Allah atas orang-orang yang berdusta.'"
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Jami' at-Tirmidzi, Kitab Manaqib, no. 3724, dari 'Amir bin Sa'd bin Abi Waqqash dari ayahnya Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu. At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini."
Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, di antaranya hadits Sa'd bin Abi Waqqash tentang Khaibar dan hadits tentang kedudukan Ali seperti Harun.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan keutamaan Ali radhiyallahu 'anhu dan larangan mencela sahabat.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari membahas hadits Khaibar dan makna "mencintai Allah dan Rasul-Nya".
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan ayat mubahalah dan keterkaitannya dengan keluarga Nabi ﷺ.
- Ibnu Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menegaskan kewajiban mencintai Ali dan seluruh sahabat serta meninggalkan celaan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah:
Pertama: Kedudukan Ali seperti Harun di sisi Musa.
Nabi ﷺ bersabda kepada Ali: "Tidakkah engkau senang jika engkau berada di kedudukanku seperti kedudukan Harun di sisi Musa? Kecuali bahwa tidak ada kenabian setelahku." Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus Ali, yaitu kedudukan sebagai wazir (pendamping) dan pengganti sementara, bukan kenabian. Ini menunjukkan kedudukan Ali yang tinggi di sisi Nabi ﷺ.
Kedua: Pemberian bendera Khaibar.
Nabi ﷺ bersabda: "Aku akan memberikan bendera kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya mencintainya." Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan besar bagi Ali, karena mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah tanda keimanan yang sempurna. Hadits ini juga menunjukkan mukjizat Nabi ﷺ ketika meludah ke mata Ali yang sakit dan sembuh, lalu Allah memberikan kemenangan.
Ketiga: Peristiwa mubahalah dan doa Nabi ﷺ.
Ketika ayat mubahalah turun, Nabi ﷺ memanggil Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain, lalu berdoa: "Ya Allah, mereka adalah keluargaku." Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan Ahlul Bait Nabi ﷺ dan kedudukan mereka yang mulia.
Keempat: Larangan mencela sahabat.
Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu menolak mencela Ali meskipun Mu'awiyah memerintahkannya. Ini menunjukkan adab salaf dalam menjaga lisan dari mencela sahabat. Ibnu Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menegaskan bahwa mencela sahabat adalah perkara yang diharamkan, dan Ahlus Sunnah mencintai seluruh sahabat.
Perbedaan pendapat:
Sebagian orang mungkin memahami hadits ini untuk mengkultuskan Ali di atas sahabat lain. Namun, para ulama Ahlus Sunnah seperti Ibnu Taymiyyah dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa keutamaan Ali tidak berarti mencela sahabat lain. Semua sahabat memiliki keutamaan masing-masing, dan kita diperintahkan mencintai mereka semua.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu: "Apa yang menghalangimu untuk mencela Abu Turab (Ali)?" Sa'd menjawab dengan tegas: "Aku tidak akan mencela Ali karena tiga hal yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ. Seandainya aku memiliki satu dari hal itu, maka itu lebih aku cintai daripada unta merah."
Sa'd kemudian menyebutkan tiga keutamaan Ali: pertama, sabda Nabi ﷺ tentang kedudukan Ali seperti Harun di sisi Musa; kedua, sabda Nabi ﷺ di Khaibar tentang orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya; ketiga, doa Nabi ﷺ ketika memanggil Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain sebagai keluarganya.
Kisah ini menunjukkan keberanian Sa'd dalam membela kebenaran dan menjaga adab terhadap sahabat Nabi ﷺ. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini adalah contoh salaf dalam menolak celaan terhadap sahabat.
Kesimpulan Praktis
- Jaga lisan dari mencela sahabat Nabi ﷺ, khususnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, karena mereka adalah generasi terbaik yang telah Allah pilih.
- Kenali keutamaan para sahabat dan cintai mereka semua tanpa membeda-bedakan secara berlebihan.
- Teladani adab Sa'd bin Abi Waqqash dalam membela kebenaran dengan hikmah dan ilmu.
- Hindari ghuluw (berlebihan) dalam mengkultuskan seseorang atau mencela orang lain.
- Pelajari hadits-hadits keutamaan sahabat dari kitab-kitab shahih dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.