Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3573 tentang Doa muslim pasti dikabulkan atau diganti kebaikan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi setiap Muslim. Hadits ini mengajarkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan oleh seorang Muslim akan dijawab oleh Allah ﷻ, baik dengan dikabulkan langsung permintaannya, atau diganti dengan perlindungan dari keburukan yang setara. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan karunia Allah, serta menjadi motivasi untuk memperbanyak doa, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak pernah kehabisan untuk memberi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa dari Rasulullah ﷺ, Bab "Dalam Menunggu Pertolongan dan Lainnya", nomor 3573. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan shahih gharib dari jalur ini.

Teks Hadits (Arab Berharakat):

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، عَنِ ابْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ، حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: " مَا عَلَى الأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِمَأْثَمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ " . فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ إِذًا نُكْثِرَ . قَالَ " اللَّهُ أَكْثَرُ "

Terjemahan: Dari Jubair bin Nufair, bahwa Ubadah bin As-Samit menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang Muslim di bumi ini yang berdoa kepada Allah dengan doa apapun, kecuali Allah akan mengabulkannya, atau Dia akan menjauhkan darinya keburukan yang semisal dengannya, selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa atau memutuskan hubungan silaturahmi." Maka seorang lelaki dari kalangan mereka berkata: "Kalau begitu, kita akan memperbanyak (doa)!" Beliau ﷺ menjawab: "(Dengan) Allah lebih banyak (lagi)."

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ghafir [40]: 60:

وَ قَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad (no. 22733) dan Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih At-Tirmidzi (no. 3573) dan Shahih Al-Jami' (no. 5727). Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang agung dan Allah menjamin untuk mengabulkannya bagi orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Keumuman Doa yang Dijawab: Hadits ini menggunakan lafaz "maa min muslimin" (tidak ada seorang Muslim pun) yang menunjukkan keumuman. Ini mencakup semua doa, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah bentuk karunia Allah yang sangat luas. Setiap doa yang keluar dari lisan seorang Muslim yang ikhlas tidak akan sia-sia.
  2. Dua Bentuk Jawaban Doa: Hadits ini menjelaskan bahwa jawaban doa itu ada dua macam:
  • Pertama: Allah memberikan apa yang dia minta secara langsung di dunia.
  • Kedua: Allah menyimpan pahala doanya di akhirat, atau Dia menghindarkan darinya keburukan yang setara dengan apa yang dia minta. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Jawab al-Kafi menjelaskan bahwa ini adalah rahasia besar di balik doa. Terkadang, apa yang kita minta belum tentu baik untuk kita, maka Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu perlindungan dari keburukan.
  1. Syarat Doa yang Dijawab: Ada satu syarat yang disebutkan dalam hadits ini, yaitu doa tersebut bukan untuk perbuatan dosa dan bukan untuk memutuskan silaturahmi. Ini menunjukkan bahwa doa yang dikabulkan hanyalah doa yang baik dan sesuai dengan syariat. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa yang mengandung permintaan untuk berbuat maksiat atau memutuskan hubungan kekerabatan adalah doa yang tidak akan diijabahi, bahkan bisa jadi pelakunya berdosa.
  2. Motivasi untuk Memperbanyak Doa: Pertanyaan seorang sahabat, "Kalau begitu, kita akan memperbanyak (doa)!" dan jawaban Nabi ﷺ, "Allah lebih banyak (lagi)" adalah dorongan yang sangat kuat untuk tidak pernah berhenti berdoa. Ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan bagi Allah untuk memberi. Semakin banyak kita berdoa, semakin banyak pula kebaikan yang akan kita peroleh, baik di dunia maupun di akhirat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menekankan bahwa doa adalah ibadah, dan memperbanyak ibadah adalah hal yang dicintai Allah.

Story Telling

Dari kisah para salaf, kita bisa mengambil pelajaran dari Imam Ahmad bin Hanbal. Suatu ketika, beliau ditanya oleh seseorang, "Wahai Imam, bagaimana jika aku berdoa kepada Allah tetapi tidak kunjung dikabulkan?" Maka Imam Ahmad menjawab dengan bijak, "Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa doa itu adalah ibadah. Pahala doamu tetap dicatat, dan jawaban Allah bisa jadi ditunda atau diganti dengan yang lebih baik. Janganlah engkau berhenti berdoa, karena doa adalah senjata orang mukmin." Jawaban ini mencerminkan pemahaman beliau yang mendalam tentang hadits Ubadah bin As-Samit ini, bahwa doa tidak pernah sia-sia.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa setiap doa dijawab. Jangan pernah merasa doa kita sia-sia. Allah pasti mendengar dan akan menjawabnya dengan cara yang terbaik.
  2. Perbanyaklah berdoa. Jangan hanya berdoa saat susah, tetapi perbanyaklah di waktu lapang. Karena Allah "lebih banyak" dalam memberikan kebaikan.
  3. Jauhi doa yang mengandung dosa. Pastikan doa kita hanya untuk kebaikan, bukan untuk memutus silaturahmi atau hal-hal yang diharamkan.
  4. Bersyukurlah atas segala bentuk jawaban doa. Baik dikabulkan langsung, ditunda, atau diganti dengan perlindungan dari keburukan, semua adalah kebaikan dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?