Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3568 tentang Dzikir lebih utama daripada tasbih dengan biji

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa dzikir dengan kalimat tasbih, takbir, tahmid, dan haulalah yang disertai penghitungan sejumlah makhluk Allah lebih utama dan lebih mudah daripada menghitung dengan biji atau batu. Rasulullah ﷺ tidak melarang berdzikir, tetapi beliau membimbing kepada yang lebih afdhal, yaitu dzikir yang maknanya mencakup seluruh makhluk Allah. Hadits ini dinilai hasan oleh Imam at-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Jami' at-Tirmidzi no. 3568, dari Sa'd bin Abi Waqqas رضي الله عنه, melalui jalur putrinya Aisyah binti Sa'd. Imam at-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan gharib dari hadits Sa'd."

Ayat yang mendukung keutamaan dzikir dan menyebut nama Allah:

QS. Al-Ahzab [33]: 41

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak."

QS. Al-Baqarah [2]: 152

> فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

QS. Al-A'raf [7]: 205

> وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."

Hadits terkait — dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

> كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

"Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil 'Azhim." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Seorang wanita berdzikir menggunakan biji kurma atau batu sebagai alat hitung. Rasulullah ﷺ tidak mencela perbuatannya, tetapi beliau menawarkan sesuatu yang lebih mudah dan lebih utama, yaitu kalimat-kalimat dzikir yang pahalanya dihitung sebanyak jumlah makhluk Allah di langit, di bumi, di antara keduanya, dan sebanyak yang Allah akan ciptakan. Ini menunjukkan keluasan rahmat Allah dan besarnya keutamaan kalimat tasbih, takbir, tahmid, dan haulalah.

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa dzikir dengan kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan La hawla wa la quwwata illa billah adalah sebaik-baik dzikir, dan pahalanya berlipat sesuai keikhlasan dan kesesuaian dengan sunnah. Beliau juga menegaskan bahwa menghitung dzikir dengan jari (sebagaimana dilakukan Nabi ﷺ) lebih utama, namun menggunakan alat bantu seperti biji tidaklah terlarang selama tidak diyakini memiliki keutamaan khusus.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menggunakan alat bantu hitung dalam dzikir, tetapi yang lebih afdhal adalah yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau juga mengutip bahwa sebagian salaf menggunakan kerikil untuk menghitung dzikir, namun tidak menjadikannya sebagai keyakinan ibadah khusus.

Ibn Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan ayat-ayat dzikir menegaskan bahwa memperbanyak dzikir adalah perintah Allah, dan kalimat tasbih memiliki kedudukan tinggi karena mengandung penyucian Allah dari segala kekurangan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Al-Wabil ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir memiliki tingkatan-tingkatan, dan yang paling utama adalah yang sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ, baik dari segi kalimat, jumlah, maupun waktunya. Beliau juga menyebutkan bahwa memperbanyak dzikir dengan kalimat tasbih dan takbir adalah sebab datangnya ketenangan hati.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa dzikir adalah makanan hati, dan kalimat Subhanallah serta Alhamdulillah adalah kalimat yang paling dicintai Allah.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar membolehkan penggunaan alat bantu hitung (biji, batu, atau tasbih) selama tidak diyakini memiliki keutamaan khusus dan tidak meninggalkan yang lebih utama. Sementara Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa dzikir dengan jari adalah yang paling utama karena sesuai sunnah, namun tidak melarang penggunaan alat bantu. Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai sunnah Nabi ﷺ, yaitu menghitung dengan jari, namun tidak mengingkari yang menggunakan alat bantu selama tidak berkeyakinan bahwa alat itu memiliki keutamaan tersendiri.

Story Telling

Diceritakan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas رضي الله عنه, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, masuk bersama Rasulullah ﷺ menemui seorang wanita. Wanita itu sedang berdzikir dengan biji kurma atau batu di hadapannya. Rasulullah ﷺ tidak menegurnya dengan keras, tetapi dengan lembut beliau bersabda: "Maukah aku kabarkan kepadamu sesuatu yang lebih mudah bagimu dan lebih utama?" Lalu beliau mengajarkan kalimat-kalimat dzikir yang pahalanya dihitung sebanyak makhluk Allah.

Hikmah: Islam adalah agama yang mudah. Rasulullah ﷺ tidak melarang, tetapi membimbing kepada yang lebih baik. Ini menunjukkan adab nasihat yang lembut dan kasih sayang beliau kepada umatnya. (Disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Jami' at-Tirmidzi)

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah dzikir dengan kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan La hawla wa la quwwata illa billah.
  2. Utamakan dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ, baik dari segi kalimat maupun cara menghitungnya (dengan jari).
  3. Boleh menggunakan alat bantu seperti tasbih atau biji untuk menghitung dzikir, selama tidak diyakini memiliki keutamaan khusus dan tidak meninggalkan yang lebih utama.
  4. Nasihatilah dengan lembut, sebagaimana Rasulullah ﷺ menawarkan yang lebih baik tanpa mencela.
  5. Yakinlah bahwa pahala dzikir itu luas dan dihitung sebanyak makhluk Allah, sebagai bentuk karunia-Nya yang besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?