Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3514 tentang Bab

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa doa yang paling utama dan mencakup segalanya adalah memohon al-‘āfiyah (keselamatan, kesehatan, dan perlindungan) dari Allah di dunia dan akhirat. Ini adalah doa yang ringkas namun sangat luas maknanya, mencakup kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari segala keburukan. Seorang mukmin dianjurkan untuk memperbanyak doa ini dalam setiap keadaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

  • Perawi: Al-‘Abbas bin ‘Abdul-Muththalib (paman Nabi ﷺ)
  • Kitab: Jami’ At-Tirmidzi, no. 3514, Kitab Ad-Da’awat (Doa-doa), Bab: “Bab Doa Memohon Al-‘Āfiyah.”
  • Status: Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (حسن صحيح).

Ayat Al-Qur’an yang terkait (makna umum):

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan mintalah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS. Hud [11]: 90). Ayat ini menunjukkan perintah untuk memohon ampunan dan kembali kepada Allah, yang merupakan bagian dari makna al-‘āfiyah (keselamatan dari dosa dan azab).

Penjelasan Ulama:

  • Al-Imam Al-Mubarakfuri (dalam Tuhfatul Ahwadzi, syarah At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa al-‘āfiyah adalah permohonan untuk dijauhkan dari segala penyakit, musibah, dan keburukan di dunia, serta dijauhkan dari siksa neraka di akhirat.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin (dalam Syarh Riyadhish Shalihin) menegaskan bahwa doa ini adalah doa yang paling sempurna karena mencakup keselamatan agama, dunia, dan akhirat. Beliau berkata, “Al-‘Āfiyah adalah keselamatan dari segala yang tidak disukai, baik di dunia maupun di akhirat.”

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat mulia, Al-‘Abbas bin ‘Abdul-Muththalib radhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah ﷺ. Beliau meminta diajarkan satu doa yang bisa dipanjatkan setiap saat. Jawaban Nabi ﷺ sangat singkat namun padat: “Mintalah kepada Allah al-‘āfiyah.” Ketika Al-‘Abbas datang lagi beberapa hari kemudian, Nabi ﷺ menegaskan kembali dengan redaksi yang lebih lengkap: “Mintalah kepada Allah al-‘āfiyah di dunia dan di akhirat.”

Apa itu al-‘āfiyah?

Secara bahasa, al-‘āfiyah berarti keselamatan, kesehatan, dan perlindungan. Dalam konteks doa, para ulama (seperti Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dan An-Nawawi) menjelaskan bahwa al-‘āfiyah mencakup:

  1. Keselamatan dari segala penyakit fisik dan mental.
  2. Perlindungan dari segala musibah dan bencana.
  3. Keselamatan dari fitnah dan kesesatan dalam agama.
  4. Perlindungan dari siksa kubur dan neraka di akhirat.

Mengapa doa ini sangat utama?

Karena semua kebutuhan manusia, baik dunia maupun akhirat, terkandung dalam makna al-‘āfiyah. Seseorang yang diberi al-‘āfiyah oleh Allah, maka ia akan selamat dari segala yang buruk dan mendapatkan segala yang baik. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (dalam Madarijus Salikin) berkata, “Al-‘āfiyah adalah nama yang mencakup segala kebaikan dunia dan akhirat.”

Pelajaran dari hadits ini:

  • Doa yang paling baik adalah yang bersifat umum dan komprehensif, seperti memohon al-‘āfiyah.
  • Seorang mukmin hendaknya tidak hanya memohon keselamatan dunia, tetapi juga keselamatan akhirat.
  • Doa ini bisa diamalkan setiap hari, misalnya dalam doa pagi dan petang, atau dalam sujud.

Story Telling

Kisah dari Salafush Shalih:

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (salah satu imam mazhab) sangat sering berdoa dengan doa ini. Beliau pernah ditanya, “Wahai Imam, doa apa yang paling sering engkau panjatkan?” Beliau menjawab, “Allahumma inni as’aluka al-‘āfiyah (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan).” Ketika ditanya mengapa, beliau berkata, “Karena jika aku diberi keselamatan di dunia dan akhirat, maka aku telah mendapatkan segalanya.”

Hikmah:

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama sangat memahami keutamaan doa ini. Mereka tidak sibuk meminta hal-hal yang bersifat duniawi semata, tetapi memohon inti dari segala kebaikan, yaitu al-‘āfiyah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu mengutamakan doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah doa:Allahumma inni as’aluka al-‘āfiyah fid dunya wal akhirah” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat).
  2. Amalkan doa ini setiap hari, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, atau dalam sujud.
  3. Jangan remehkan doa yang singkat ini, karena ia mencakup semua kebutuhan kita.
  4. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada pamannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.