Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3401 tentang Doa dan adab bangun serta tidur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab sebelum tidur dan setelah bangun tidur: menepuk tempat tidur tiga kali dengan ujung kain, membaca doa penyerahan diri kepada Allah saat berbaring, dan membaca doa syukur saat bangun. Semua ini adalah bentuk tawakal, dzikir, dan pengakuan bahwa jiwa berada di tangan Allah. Hadits ini dinilai hasan oleh Imam at-Tirmidzi dan diamalkan oleh para ulama Ahlus Sunnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Jami' at-Tirmidzi no. 3401, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan beliau menyatakan: "Hadits Abu Hurairah ini hasan." Dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir dan 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma.

Ayat yang menjadi landasan makna hadits ini antara lain:

QS. Az-Zumar [39]: 42

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir."

QS. Al-Baqarah [2]: 255 (potongan):

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

"Dia tidak mengantuk dan tidak tidur."

QS. Al-A'raf [7]: 205

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah."

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar membahas doa tidur dan bangun tidur dengan merujuk hadits-hadits semacam ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan adab menepuk tempat tidur sebagai bentuk ihtiyath (kehati-hatian).
  • Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad dan Al-Wabil ash-Shayyib menekankan pentingnya dzikir tidur dan bangun sebagai penjagaan ruhani.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan ayat Az-Zumar 42 bahwa tidur adalah "kematian kecil", sehingga doa penyerahan diri saat tidur adalah bentuk tawakal yang agung.

Penjelasan Rinci

1. Menepuk tempat tidur tiga kali dengan ujung kain

Nabi ﷺ memerintahkan: "فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ إِزَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ" — "hendaklah ia menepuknya dengan ujung kainnya tiga kali." Sebabnya disebutkan: "فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ بَعْدَهُ" — "karena ia tidak tahu apa yang ditinggalkan di atasnya setelahnya."

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kehati-hatian terhadap kemungkinan adanya gangguan (seperti serangga atau kotoran) yang bisa membahayakan. Sebagian riwayat menyebut "بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ" (dengan bagian dalam kainnya), dan ini menunjukkan bolehnya variasi lafazh. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa perintah ini bersifat anjuran (sunnah), bukan wajib.

2. Doa saat berbaring

"بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ" — "Dengan nama-Mu, ya Tuhanku, aku berbaring, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya."

Ini adalah pengakuan bahwa tidur dan bangun keduanya berada dalam kekuasaan Allah. Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa doa ini mengandung tauhid rububiyyah: hanya Allah yang menghidupkan, mematikan, dan mengembalikan ruh.

"فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا" — "Jika Engkau menahan jiwaku (mewafatkannya), maka rahmatilah ia." Ini isyarat bahwa tidur menyerupai kematian, dan jika ajal datang saat tidur, kita memohon rahmat Allah.

"وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ" — "Jika Engkau melepaskannya (mengembalikan ruh), maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh." Ini permohonan penjagaan dari Allah atas ruh dan badan hingga bangun kembali.

3. Doa saat bangun tidur

"الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ" — "Segala puji bagi Allah yang telah menyembuhkanku dalam tubuhku, mengembalikan jiwaku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya."

Syaikh as-Sa'di menjelaskan bahwa tiga nikmat ini sangat agung: (1) kesehatan badan, (2) kembalinya ruh, dan (3) izin untuk berdzikir. Ketiganya adalah karunia yang sering dilupakan manusia. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini termasuk dzikir pagi yang dianjurkan.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Sebagian ulama seperti Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahuyah menganggap menepuk tempat tidur sebagai sunnah yang dianjurkan.
  • Imam at-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini hasan, dan sebagian ulama menilai ada kelemahan pada Ibnu 'Ajlan, namun hadits ini tetap diterima karena didukung riwayat lain dari Jabir dan 'Aisyah.
  • Yang paling kuat: hadits ini hasan dan diamalkan, sebagaimana dinyatakan Imam at-Tirmidzi dan disetujui para ulama setelahnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk tidur, sepertiga untuk shalat, dan sepertiga untuk dzikir serta mengingat hadits Nabi ﷺ. Beliau sangat teliti dalam meriwayatkan doa-doa Nabi ﷺ, termasuk doa tidur dan bangun ini.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa seorang mukmin adalah orang yang memperhatikan keadaan dirinya di setiap waktu: saat tidur ia menyerahkan diri kepada Allah, dan saat bangun ia bersyukur kepada-Nya. Inilah hikmah dari hadits ini — menjadikan tidur dan bangun sebagai ibadah, bukan sekadar rutinitas.

Kesimpulan Praktis

  1. Sebelum tidur, tepuklah tempat tidur tiga kali dengan ujung kain, lalu baca doa: "Bismika Rabbi wadha'tu janbi..."
  2. Saat bangun, ucapkan: "Alhamdulillahil ladzi 'afani fi jasadi..."
  3. Hayati maknanya, bukan hanya melafazhkan — sadari bahwa ruh kita berada di tangan Allah setiap malam.
  4. Jadikan dzikir tidur dan bangun sebagai kebiasaan harian, karena ini termasuk sunnah yang mudah namun besar pahalanya.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak agar mereka tumbuh dengan adab Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?