Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3388 tentang Doa perlindungan pagi sore dengan nama Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan dzikir pagi dan petang. Barangsiapa membaca doa "Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama'i wa huwas sami'ul 'alim" sebanyak tiga kali di pagi dan sore hari, maka Allah akan menjaganya dari segala keburukan. Namun, penting untuk dipahami bahwa ini bukanlah jaminan mutlak bahwa seseorang tidak akan tertimpa musibah sama sekali, melainkan penjagaan dari keburukan yang dapat membahayakan, dan semua itu tetap berjalan dalam kerangka takdir Allah. Kisah Aban bin Utsman yang terkena penyakit lumpuh menjadi pelajaran berharga bahwa dzikir ini adalah sebab, dan takdir Allah tetap berlaku.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Doa Pagi dan Petang, nomor 3388. Hadits ini dinilai hasan shahih gharib oleh Imam At-Tirmidzi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.

Berikut adalah teks haditsnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَيَضُرَّهُ شَيْءٌ".

Terjemahan: Dari Aban bin Utsman, ia berkata: "Aku mendengar Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidaklah seorang hamba mengucapkan di pagi setiap hari dan sore setiap malam: "Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" sebanyak tiga kali, melainkan tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya.'"

Dalil Al-Qur'an yang relevan adalah firman Allah tentang nama-nama-Nya yang agung, di antaranya:

QS. Al-Baqarah [2]: 255 (Ayat Kursi) yang di dalamnya terdapat nama Allah As-Sami' dan Al-'Alim:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memiliki nama Al-'Alim (Maha Mengetahui) dan As-Sami' (Maha Mendengar), yang juga disebut dalam doa pada hadits di atas.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung keutamaan yang sangat besar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa dzikir-dzikir pagi dan petang adalah benteng yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang beriman. Beliau menekankan bahwa dzikir adalah sebab untuk mendapatkan penjagaan dari Allah, namun penjagaan itu tetap dalam kerangka takdir dan kehendak Allah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa nama Allah As-Sami' dan Al-'Alim mengandung makna bahwa Allah mendengar segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu. Ketika seorang hamba menyebut nama-nama Allah ini, ia sedang menegaskan keyakinannya bahwa Allah Maha Mendengar doanya dan Maha Mengetahui keadaannya, sehingga ia merasa aman dan tenang karena Allah akan menjaganya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa makna "tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya" adalah tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan dirinya, baik dari kalangan jin, binatang buas, maupun manusia. Namun, beliau juga menegaskan bahwa ini bukan berarti seseorang tidak akan tertimpa musibah sama sekali, karena musibah adalah bagian dari takdir Allah. Yang dimaksud adalah dzikir ini menjadi sebab seseorang terhindar dari keburukan yang membahayakan, atau jika ia tertimpa musibah, maka musibah itu tidak akan membinasakannya.

Kisah Aban bin Utsman yang terkena penyakit lumpuh (fālij) menjadi bukti nyata. Beliau adalah perawi hadits ini, namun suatu hari beliau tidak mengucapkan dzikir ini, lalu Allah menimpakan takdir-Nya berupa penyakit lumpuh. Ini menunjukkan bahwa dzikir ini adalah sebab, dan jika sebab itu tidak dilakukan, maka seseorang bisa saja tertimpa keburukan. Namun, ini juga menunjukkan bahwa takdir Allah tetap berlaku, dan dzikir ini adalah bentuk ketaatan yang mendatangkan kebaikan.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari ketika membahas hadits-hadits tentang dzikir pagi dan petang menjelaskan bahwa dzikir-dzikir ini adalah amalan yang ringan namun memiliki pahala yang besar. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam berdzikir, karena pahala dan penjagaan itu didapatkan dengan rutin melakukannya.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menarik dari seorang ulama besar tabi'in, yaitu Sa'id bin Al-Musayyib rahimahullah. Beliau adalah seorang ulama yang sangat zuhud dan wara'. Suatu ketika, beliau ditanya tentang rahasia kehidupannya yang selalu tenang dan dijaga oleh Allah. Beliau menjawab bahwa beliau selalu menjaga dzikir pagi dan petang, termasuk doa yang diajarkan dalam hadits ini.

Sa'id bin Al-Musayyib juga dikenal sebagai orang yang sangat teguh dalam berpegang pada sunnah. Beliau tidak pernah meninggalkan dzikir pagi dan petang, meskipun dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan. Beliau memahami bahwa dzikir ini adalah wasiat Nabi ﷺ yang penuh berkah, dan siapa yang menjaganya, maka Allah akan menjaganya.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan amalan-amalan dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ. Mereka tidak menganggap remeh amalan yang ringan, karena mereka tahu bahwa di balik amalan yang ringan itu terdapat keutamaan yang besar di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Baca doa ini setiap pagi dan petang sebanyak 3 kali: "بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ" (Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama'i wa huwas sami'ul 'alim).
  2. Yakini bahwa dzikir ini adalah sebab penjagaan dari Allah, namun tetap bertawakal dan berserah diri kepada takdir Allah.
  3. Jadikan dzikir ini sebagai rutinitas harian, jangan pernah meninggalkannya, karena para ulama salaf sangat menjaga amalan ini.
  4. Pahami makna nama Allah As-Sami' dan Al-'Alim, bahwa Allah mendengar dan mengetahui segala sesuatu, sehingga kita merasa aman dan tenang dalam perlindungan-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi