Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3323 tentang Kisah jin mendengar Al-Qur'an saat Rasulullah salat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa besar sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, yaitu terhalangnya setan dari mencuri berita langit. Mereka mencari penyebabnya dan menemukan Nabi ﷺ sedang shalat Subuh bersama para sahabat di lembah Nakhlah. Sekelompok jin mendengarkan bacaan Al-Qur'an, beriman, lalu kembali kepada kaumnya untuk menyeru mereka. Peristiwa inilah yang menjadi sebab turunnya Surah Al-Jinn ayat 1–2 dan ayat 19. Hadits ini juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak melihat jin saat itu, dan wahyu yang turun hanyalah berupa kabar tentang perkataan jin tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

  1. QS. Al-Jinn [72]: 1–2

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا * يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

"Katakanlah (Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur'an), lalu mereka berkata, "Sungguh, kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an), yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami."'"

  1. QS. Al-Jinn [72]: 19

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

"Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan shalat), mereka (jin) hampir saja berdesakan mengelilinginya."

Hadits:

Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi no. 3323, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum Nabi ﷺ diutus kepada jin, dan menjadi sebab turunnya Surah Al-Jinn.
  • Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya dari jalur Ibnu Abbas, yang menunjukkan kuatnya sanad hadits ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Peristiwa Terhalangnya Setan dari Berita Langit

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, setan-setan biasa mencuri berita dari langit untuk disampaikan kepada para dukun. Ketika Allah hendak mengutus Nabi-Nya, langit dijaga dengan bintang-bintang (meteor) yang menjadi penjaga, sehingga setan tidak bisa lagi mencuri berita tersebut. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini merupakan tanda kenabian yang agung, karena Allah menjaga wahyu-Nya dari campur tangan setan.

2. Nabi ﷺ Tidak Melihat Jin

Dalam hadits ini, Ibnu Abbas menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak membaca Al-Qur'an kepada jin dan tidak melihat mereka. Yang terjadi adalah sekelompok jin yang kebetulan lewat dan mendengar bacaan Al-Qur'an saat Nabi ﷺ shalat Subuh. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak melihat jin dalam peristiwa ini, tetapi beliau mengetahui kedatangan mereka melalui wahyu dari Allah.

3. Reaksi Jin Terhadap Al-Qur'an

Ketika jin mendengar bacaan Al-Qur'an, mereka langsung tersentuh dan berkata, "Inilah yang menghalangi kami dari berita langit." Mereka mengakui keagungan Al-Qur'an dan beriman. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan bahwa ini menunjukkan kekuatan Al-Qur'an yang mampu menembus hati siapa pun yang mendengarnya dengan jujur, baik manusia maupun jin.

4. Turunnya Surah Al-Jinn

Allah menurunkan wahyu kepada Nabi ﷺ berupa kabar tentang perkataan jin tersebut. Ibnu Katsir menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak hadir saat jin berbicara kepada kaumnya, tetapi Allah memberitahukan hal itu kepadanya melalui wahyu. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah benar-benar wahyu dari Allah, bukan karangan Nabi ﷺ.

5. Ketaatan Para Sahabat

Ayat 19 Surah Al-Jinn turun berkaitan dengan kekaguman jin melihat para sahabat yang shalat mengikuti Nabi ﷺ dengan tertib, sujud ketika beliau sujud. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa jin merasa takjub melihat ketaatan para sahabat, sehingga mereka berkata, "Ketika hamba Allah berdiri berdoa, mereka hampir berdesakan mengelilinginya."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, Nabi ﷺ tidak mengetahui bahwa jin telah mendengarkan bacaannya hingga Allah menurunkan wahyu kepadanya. Ini menunjukkan kejujuran Nabi ﷺ sebagai hamba yang tidak mengetahui hal gaib kecuali yang Allah beritahukan.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa hidayah itu milik Allah. Sekelompok jin yang tadinya hidup dalam kesesatan, hanya dengan sekali mendengar Al-Qur'an, hati mereka langsung terbuka dan beriman. Sementara itu, sebagian manusia yang hidup bersama Nabi ﷺ justru menolak kebenaran. Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata, "Al-Qur'an adalah petunjuk bagi siapa yang Allah kehendaki, dan menjadi hujjah (alasan) bagi yang menolaknya."

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang dijaga dari campur tangan setan, sebagaimana Allah menjaga langit dari pencurian berita.
  2. Bersegeralah beriman ketika mendengar kebenaran, seperti jin yang langsung beriman saat mendengar Al-Qur'an.
  3. Teladani ketaatan para sahabat dalam mengikuti Nabi ﷺ, baik dalam shalat maupun seluruh aspek kehidupan.
  4. Jangan merasa lebih mulia dari jin, karena jin pun bisa lebih cepat menerima kebenaran daripada sebagian manusia.
  5. Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian, karena hati yang sering mendengar Al-Qur'an akan semakin lembut dan dekat kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.