Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3251 tentang Tafsir ayat cinta kerabat Nabi sebagai kewajiban menjaga silaturahmi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan makna ayat QS. Asy-Syura [42]: 23 tentang "al-mawaddah fil-qurba" (kecintaan karena kerabat). Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, sahabat yang paling paham tafsir Al-Qur'an, menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah agar kaum Quraisy menjaga hubungan kekerabatan mereka dengan Nabi ﷺ. Ini bukan berarti meminta upah duniawi, melainkan ajakan untuk menjalin silaturahmi dan tidak menyakiti beliau, karena beliau adalah bagian dari keluarga besar Quraisy.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Asy-Syura [42]: 23

ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

"Itulah yang Allah kabarkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku ini kecuali kasih sayang karena hubungan kekerabatan.' Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan, Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab: "Dan dari Surah Ha Mim 'Ain Sin Qaf", no. 3251. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ).

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi (209-279 H) memuat hadits ini dalam kitabnya dan menilainya hasan shahih.
  • Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, sahabat Nabi ﷺ yang dijuluki turjumanul Qur'an (penerjemah Al-Qur'an), memberikan penafsiran langsung tentang ayat ini.
  • Tawus bin Kaysan (w. 106 H), seorang tabi'in besar dari Yaman yang termasuk dalam daftar rujukan, meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Abbas.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin Quraisy yang menuduh Nabi ﷺ berdakwah demi kepentingan duniawi. Maka Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk mengatakan bahwa beliau tidak meminta imbalan apa pun atas dakwahnya.

Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna "al-mawaddah fil-qurba":

  1. Pendapat Ibnu Abbas (sebagaimana dalam hadits ini): Yang dimaksud adalah agar kaum Quraisy menjaga hubungan kekerabatan mereka dengan Nabi ﷺ. Karena setiap kabilah Quraisy memiliki hubungan keluarga dengan beliau, maka beliau meminta mereka untuk tidak menyakiti beliau dan menjaga silaturahmi tersebut. Ini adalah tafsir yang paling kuat karena diriwayatkan langsung dari sahabat yang paling paham Al-Qur'an.
  2. Pendapat Sa'id bin Jubair (yang disebut dalam hadits): Beliau memahami "qurba" sebagai keluarga Nabi ﷺ (Ahlul Bait). Ini juga pendapat yang masyhur di kalangan sebagian ulama, bahwa maknanya adalah mencintai keluarga Nabi ﷺ.

Namun, dalam hadits ini, Ibnu Abbas meluruskan pemahaman Sa'id bin Jubair dengan menjelaskan konteks historisnya. Beliau berkata: "Tahukah kamu bahwa tidak ada satu pun keluarga Quraisy kecuali Rasulullah ﷺ memiliki kerabat di antara mereka?" Maksudnya, jika yang dimaksud adalah keluarga dekat Nabi saja, maka ayat ini hanya berlaku untuk sebagian kecil orang. Tetapi karena beliau memiliki hubungan kekerabatan dengan seluruh kabilah Quraisy, maka ayat ini ditujukan kepada seluruh kaum Quraisy agar mereka menjaga hubungan baik dengan beliau.

Imam Ibnu Katsir (701-774 H) dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa pendapat Ibnu Abbas ini adalah yang paling tepat, karena konteks ayat ini adalah pembelaan Nabi ﷺ terhadap tuduhan kaum musyrikin bahwa beliau mencari keuntungan duniawi. Maka beliau katakan: "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kalian, kecuali kalian tidak mengganggu hubungan kekerabatan yang sudah ada antara aku dan kalian."

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di (1307-1376 H) dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini juga mengandung makna bahwa mencintai keluarga Nabi ﷺ adalah bagian dari iman, namun makna utama dalam konteks ayat ini adalah menjaga silaturahmi dengan Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika ayat ini turun, sebagian sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah kerabatmu yang wajib kami cintai?" Maka turunlah penjelasan bahwa yang dimaksud adalah keluarga beliau secara umum. Namun, Ibnu Abbas - yang dikenal sangat teliti dalam memahami Al-Qur'an - memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang konteks ayat ini.

Beliau menjelaskan bahwa Nabi ﷺ adalah keturunan Quraisy, dan setiap kabilah Quraisy memiliki hubungan darah dengan beliau. Maka ketika beliau mengatakan "kecuali menjaga hubungan kekerabatan antara aku dan kalian", ini adalah bentuk kelembutan dan kasih sayang beliau. Beliau tidak meminta harta, tidak meminta jabatan, tidak meminta pengikut. Beliau hanya meminta satu hal: "Jangan sakiti aku, dan jagalah hubungan baik yang sudah ada antara kita sebagai keluarga besar Quraisy."

Ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi ﷺ. Dalam menghadapi kaum yang menuduhnya, beliau tetap memilih kata-kata yang lembut dan mengingatkan mereka pada ikatan kekeluargaan, bukan membalas dengan kemarahan.

Kesimpulan Praktis

  1. Dakwah tidak boleh mengharap imbalan duniawi - Seorang pendakwah harus ikhlas karena Allah, bukan mencari harta, jabatan, atau popularitas.
  2. Menjaga silaturahmi adalah bagian dari ajaran Islam - Bahkan dalam konteks dakwah, Nabi ﷺ tetap mengingatkan pentingnya hubungan kekerabatan.
  3. Mencintai keluarga Nabi ﷺ adalah bagian dari keimanan - Namun cinta ini harus sesuai tuntunan, tidak berlebihan hingga menyembah atau meminta syafaat kepada mereka di luar ketentuan syariat.
  4. Memahami Al-Qur'an harus dengan tafsir yang benar - Sebagaimana Ibnu Abbas meluruskan pemahaman, kita pun harus merujuk kepada ulama yang memahami konteks dan sebab turunnya ayat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?