Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3173 tentang Keutamaan sepuluh ayat pertama surat Al-Mu'minun

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan dua hal penting: pertama, keadaan fisik Rasulullah ﷺ saat menerima wahyu yang berat, seperti dengungan lebah. Kedua, doa agung yang beliau panjatkan setelahnya, yang berisi permohonan tambahan kebaikan, kemuliaan, dan keridhaan Allah. Hadits ini juga menegaskan keutamaan sepuluh ayat pertama Surat Al-Mu'minun (ayat 1-10), bahwa siapa yang mengamalkan sifat-sifat yang disebutkan di dalamnya, dijamin masuk surga.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang dimaksud dalam hadits:

QS. Al-Mu'minun [23]: 1-10

Teks Arab (ayat 1-5 sebagai contoh):

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ ﴿٢﴾ وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾ وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ﴿٤﴾ وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ ﴿٥﴾

Terjemahan:

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya..."

2. Hadits Riwayat:

  • Perawi: Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu.
  • Kitab: Jami' At-Tirmidzi, no. 3173. Imam At-Tirmidzi menilai bahwa sanad yang menyebutkan Yunus bin Yazid lebih shahih.
  • Kaitan dengan ulama: Hadits ini diriwayatkan oleh Az-Zuhri (Muhammad bin Muslim bin Syihab), seorang ulama besar tabi'in yang menjadi rujukan dalam ilmu hadits dan sejarah. Imam Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al-Madini, dan Ishaq bin Rahuyah (semua termasuk dalam daftar ulama rujukan) meriwayatkan hadits ini dari Abdurrazzaq.

3. Penjelasan Ulama tentang Hadits ini:

  • Imam At-Tirmidzi (dalam kitabnya) menjelaskan perbedaan sanad dan menegaskan bahwa riwayat yang menyebutkan Yunus bin Yazid adalah yang lebih shahih.
  • Imam Al-Bukhari (dalam Shahih-nya, no. 4915) meriwayatkan hadits serupa dari Umar bin Al-Khattab tentang turunnya sepuluh ayat pertama Surat Al-Mu'minun, yang menunjukkan keutamaan dan jaminan surga bagi yang mengamalkannya.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim) menjelaskan bahwa ayat-ayat ini menyebutkan sifat-sifat orang mukmin yang beruntung, dan beliau mengutip hadits ini sebagai dalil bahwa siapa yang memiliki sifat-sifat tersebut akan masuk surga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa faedah besar:

1. Keadaan Rasulullah ﷺ saat Menerima Wahyu:

Umar bin Al-Khattab menggambarkan bahwa ketika wahyu turun, terdengar suara seperti dengungan lebang di dekat wajah beliau. Ini menunjukkan beratnya beban wahyu yang diterima. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa wahyu datang dengan berbagai keadaan, dan salah satunya adalah seperti gemerincing lonceng yang sangat berat bagi beliau. Ini adalah bukti keagungan Al-Qur'an dan tanggung jawab besar yang dipikul Nabi ﷺ.

2. Doa Agung Nabi ﷺ Setelah Menerima Wahyu:

Setelah wahyu selesai, beliau menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan berdoa dengan doa yang sangat komprehensif:

  • "Allahumma zidna wa la tanqusna" (Ya Allah, tambahkanlah kepada kami, jangan Engkau kurangi): Memohon tambahan iman, ilmu, dan kebaikan.
  • "Wa akrimna wa la tuhinna" (Muliakan kami, jangan hinakan kami): Memohon kemuliaan di dunia dan akhirat.
  • "Wa a'tina wa la tahrimna" (Berilah kami, jangan haramkan kami): Memohon rezeki dan karunia.
  • "Wa aathirna wa la tu'thir 'alayna" (Utamakan kami, jangan utamakan orang lain atas kami): Memohon keutamaan dalam ketaatan dan kebaikan.
  • "Wa ardina wa arda 'anna" (Jadikan kami ridha dan ridhalah Engkau kepada kami): Puncak dari segalanya, yaitu keridhaan Allah.

3. Jaminan Surga bagi Pengamal Sepuluh Ayat Pertama Surat Al-Mu'minun:

Nabi ﷺ bersabda, "Sepuluh ayat diturunkan kepadaku, siapa yang mengamalkannya akan masuk surga." Kemudian beliau membaca ayat 1-10 Surat Al-Mu'minun. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut adalah kunci keberuntungan dan jaminan masuk surga. Sifat-sifat itu meliputi:

  • Khusyuk dalam salat.
  • Menjauhi perkataan dan perbuatan sia-sia (lagwu).
  • Menunaikan zakat.
  • Menjaga kemaluan dari perbuatan zina.
  • Memelihara amanah dan menepati janji.
  • Memelihara salat (dengan istiqamah dan tepat waktu).

Pendapat Ulama:

  • Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa ayat-ayat ini adalah fondasi akhlak dan ibadah seorang mukmin. Siapa yang menyempurnakannya, maka ia termasuk golongan yang beruntung.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya Taisir Al-Karim Ar-Rahman menekankan bahwa keberuntungan (al-falah) di sini adalah keberuntungan hakiki di dunia dan akhirat, yang hanya diraih oleh mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut secara sempurna.

Story Telling

Diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri (seorang tabi'in agung), beliau berkata: "Demi Allah, aku telah mendapati suatu kaum (para sahabat) yang ketika mereka membaca ayat 'Qad aflaha al-mu'minun', hati mereka hampir-hampir terbang karena takut dan harap. Mereka sangat bersungguh-sungguh untuk memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat itu, karena mereka tahu bahwa itulah jalan menuju surga."

Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat antusias dan serius dalam mengamalkan Al-Qur'an. Mereka tidak hanya membacanya, tetapi langsung berusaha mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan sepuluh ayat pertama Surat Al-Mu'minun dengan sungguh-sungguh, terutama sifat khusyuk dalam salat, menjaga lisan, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, dan memelihara amanah.
  2. Perbanyak doa seperti yang diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits ini, terutama setelah membaca Al-Qur'an atau beribadah.
  3. Sadari beratnya wahyu yang diterima Nabi ﷺ, sehingga kita semakin mencintai dan menghormati Al-Qur'an.
  4. Jadikan keridhaan Allah sebagai tujuan tertinggi dalam setiap amal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.