Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3148 tentang Keutamaan Nabi Muhammad sebagai pemberi syafaat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar Nabi Muhammad ﷺ sebagai pemimpin seluruh anak Adam pada Hari Kiamat, pemegang panji pujian (Liwa' al-Hamd), dan pemberi syafaat agung (syafaat kubra) di Padang Mahsyar. Ketika manusia kebingungan mencari pemberi syafaat, mereka mendatangi para nabi satu per satu, namun setiap nabi menyebut kekurangan dirinya, hingga akhirnya mereka datang kepada Nabi ﷺ yang kemudian memohon kepada Allah dan diberi kedudukan Al-Maqam Al-Mahmud.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

QS. Al-Isra' [17]: 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Terjemahan: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (Maqaman Mahmudan)."

Hadits terkait:

Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 3148 dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab Surah Bani Isra'il. At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan."

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Maqam Al-Mahmud adalah kedudukan syafaat agung yang khusus diberikan kepada Nabi ﷺ.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang syafaat kubra mutawatir makna.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan urutan para nabi yang didatangi manusia di Padang Mahsyar.

Penjelasan Rinci

Makna "Aku adalah pemimpin anak Adam dan tidak berbangga"

Nabi ﷺ menyebutkan keutamaan ini bukan untuk membanggakan diri, melainkan untuk memberitahukan kedudukan yang Allah berikan kepadanya. Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa ucapan "tidak berbangga" menunjukkan kerendahan hati Nabi ﷺ — beliau menyampaikan kebenaran tanpa kesombongan.

Makna "Liwa' al-Hamd" (Panji Pujian)

Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa panji ini adalah tanda kehormatan yang diberikan Allah kepada Nabi ﷺ pada Hari Kiamat. Seluruh nabi dan manusia berada di bawah panji tersebut, menunjukkan kepemimpinan beliau yang menyeluruh.

Makna "Aku yang pertama kali bumi terbelah darinya"

Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang pertama yang dibangkitkan dari kubur pada Hari Kiamat. Imam an-Nawawi menyebutkan ini sebagai salah satu keistimewaan Nabi ﷺ.

Tiga ketakutan (faza'ats) di Padang Mahsyar

Para ulama seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa manusia mengalami tiga masa ketakutan yang sangat hebat sehingga mereka mencari pemberi syafaat. Mereka mendatangi:

  1. Adam — beliau menolak karena pernah memakan buah terlarang yang menyebabkan diturunkan ke bumi.
  2. Nuh — beliau menolak karena pernah mendoakan kebinasaan kaumnya.
  3. Ibrahim — beliau menolak karena pernah mengucapkan tiga kalimat yang tampak seperti dusta, namun semuanya untuk membela agama Allah (seperti mengatakan "aku sakit" padahal tidak, dan mengatakan "yang melakukannya adalah patung besar itu").
  4. Musa — beliau menolak karena pernah membunuh seorang Mesir.
  5. Isa — beliau menolak karena pernah disembah selain Allah oleh kaumnya.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para nabi menyebutkan kekurangan mereka bukan untuk menolak syafaat secara mutlak, tetapi karena mereka merasa tidak layak memohon syafaat agung tersebut, dan mereka mengarahkan kepada Nabi ﷺ yang memang dipersiapkan Allah untuk itu.

Syafaat Kubra dan Al-Maqam Al-Mahmud

Nabi ﷺ kemudian pergi menghadap Allah, bersujud, dan Allah mengilhami beliau dengan pujian yang indah. Lalu Allah berfirman: "Angkat kepalamu, mintalah maka akan diberi, syafaatlah maka akan diterima, dan bicaralah maka akan didengar."

Ibnu Katsir dalam tafsir QS. Al-Isra' [17]: 79 menjelaskan bahwa inilah Al-Maqam Al-Mahmud — kedudukan syafaat agung yang hanya khusus bagi Nabi Muhammad ﷺ.

Catatan tentang sanad:

At-Tirmidzi menyebutkan hadits ini hasan. Sebagian perawi meriwayatkannya dari Abu Nadhrah dari Ibnu Abbas. Ali bin Zaid bin Jud'an yang ada dalam sanad ini dinilai lemah oleh sebagian ulama hadits seperti Yahya bin Ma'in, namun makna hadits ini diperkuat oleh hadits-hadits shahih lainnya tentang syafaat, seperti hadits Abu Hurairah dalam Shahihain.

Story Telling

Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa pada Hari Kiamat, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam keadaan yang sangat sulit. Matahari didekatkan, keringat bercucuran, dan manusia tidak tahan lagi. Mereka berkata: "Siapa yang bisa memohon kepada Tuhan kita untuk memutuskan perkara di antara kita?"

Mereka mendatangi Adam, lalu Nuh, lalu Ibrahim, lalu Musa, lalu Isa 'alaihimus salam. Setiap nabi menyebutkan kekurangan dirinya dan mengarahkan kepada nabi berikutnya. Hingga akhirnya mereka sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Nabi ﷺ bersabda: "Maka mereka akan datang kepadaku, dan aku akan pergi kepada mereka." Kemudian beliau memegang pegangan pintu surga, memohon kepada Allah, bersujud, dan Allah memberikan syafaat agung tersebut.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan betapa besar kedudukan Nabi ﷺ dan betapa agungnya syafaat yang beliau berikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengimani syafaat kubra — bahwa Nabi ﷺ adalah satu-satunya yang diberi izin memberi syafaat agung di Padang Mahsyar.
  2. Mencintai Nabi ﷺ — kedudukan beliau yang begitu tinggi seharusnya menumbuhkan kecintaan dan ketaatan kepada sunnahnya.
  3. Memperbanyak shalawat — sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi ﷺ yang akan memberi syafaat.
  4. Bertaubat dan beramal shalih — karena syafaat hanya berlaku bagi orang yang beriman dan tidak syirik.
  5. Mempelajari aqidah yang benar — memahami kedudukan Nabi ﷺ tanpa berlebihan (ghuluw) dan tanpa merendahkan.
  6. Meneladani kerendahan hati Nabi ﷺ — beliau menyebut keutamaan tanpa kesombongan, sebagaimana sabdanya "dan tidak berbangga."

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?