Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 309 tentang Bacaan surah dalam shalat Isya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat Isya (yang disebut al-'Isya' al-Akhirah) membaca surah-surah seperti Asy-Syams ("وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا") atau surah-surah lain yang setingkat panjangnya. Ini menjadi dalil bahwa bacaan shalat Isya tidak harus panjang, dan perkara ini luas (fleksibel) sebagaimana ditegaskan Imam At-Tirmidzi. Yang terbaik adalah mengikuti apa yang shahih dari Nabi ﷺ, yaitu membaca surah seperti Asy-Syams dan At-Tin.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait — Allah berfirman:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

Terjemahan: "Demi matahari dan cahayanya di pagi hari." (QS. Asy-Syams [91]: 1)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Apa yang Diriwayatkan Tentang Bacaan dalam Shalat Isya, no. 309. Perawinya adalah Buraidah bin Al-Hushaib (radhiyallahu 'anhu) melalui jalur anaknya, Abdullah bin Buraidah.

Penilaian Imam At-Tirmidzi: Beliau menyatakan hadits ini hasan. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam bab ini ada riwayat dari Al-Bara' bin 'Azib dan Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhuma).

Kaitan dengan ulama lain:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa bacaan Nabi ﷺ dalam shalat Isya berbeda-beda sesuai keadaan, dan tidak ada ketentuan panjang yang mengikat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa bacaan shalat malam (termasuk Isya) bersifat fleksibel, dan yang menjadi patokan adalah kekhusyukan serta tidak memberatkan makmum.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ kadang membaca surah pendek dan kadang surah panjang dalam shalat Isya, menunjukkan keluasan dalam hal ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Bacaan Nabi ﷺ dalam shalat Isya.

Buraidah (radhiyallahu 'anhu) mengabarkan bahwa Nabi ﷺ membaca surah Asy-Syams atau surah-surah yang setingkat dengannya. Ini menunjukkan bahwa bacaan shalat Isya tidak harus panjang seperti shalat Maghrib atau shalat malam (tahajjud), tetapi juga tidak terlalu pendek.

2. Perkataan Imam At-Tirmidzi tentang keluasan perkara ini.

Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau membaca At-Tin ("وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ") dalam shalat Isya. Juga diriwayatkan dari Utsman bin 'Affan (radhiyallahu 'anhu) bahwa beliau membaca surah-surah pertengahan Al-Mufashshal seperti Al-Munafiqun. Dan dari para sahabat serta tabi'in, ada yang membaca lebih panjang dan ada yang lebih pendek. Maka Imam At-Tirmidzi menyimpulkan: "Seakan-akan perkara ini luas menurut mereka."

3. Yang terbaik adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Imam At-Tirmidzi menegaskan: "Dan yang paling baik dalam hal itu adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau membaca Asy-Syams dan At-Tin." Ini menunjukkan bahwa meskipun perkara ini luas, yang paling utama adalah mengikuti contoh langsung dari Nabi ﷺ.

4. Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa bacaan shalat Isya boleh panjang atau pendek, sesuai keadaan.
  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa disunnahkan membaca surah yang tidak terlalu panjang dalam shalat Isya, agar tidak memberatkan makmum.
  • Imam Malik bin Anas dalam Al-Muwaththa' menyebutkan bahwa bacaan shalat Isya adalah pertengahan, tidak sepanjang Maghrib dan tidak sependek shalat lainnya.

Kesimpulan dari perbedaan ini: Pendapat yang paling kuat adalah bahwa perkara ini luas, namun yang paling utama adalah mengikuti apa yang shahih dari Nabi ﷺ, yaitu membaca surah seperti Asy-Syams dan At-Tin, atau surah-surah pertengahan Al-Mufashshal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin Al-Khaththab (radhiyallahu 'anhu) pernah menulis surat kepada Abu Musa Al-Asy'ari (radhiyallahu 'anhu) tentang bacaan shalat. Dalam surat itu, Umar menyebutkan bahwa bacaan shalat Isya hendaknya pertengahan, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. (Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari secara makna).

Hikmah: Para sahabat memahami bahwa shalat Isya adalah shalat yang dilakukan setelah lelahnya aktivitas siang, sehingga bacaan yang pertengahan lebih sesuai dengan keadaan makmum. Ini menunjukkan betapa Islam memperhatikan kemudahan dan tidak memberatkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat Isya boleh membaca surah pendek atau pertengahan, seperti Asy-Syams, At-Tin, atau surah-surah pertengahan Al-Mufashshal.
  2. Yang paling utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ yang shahih, yaitu membaca surah seperti Asy-Syams dan At-Tin.
  3. Perkara ini luas, sebagaimana ditegaskan Imam At-Tirmidzi, sehingga tidak perlu saling menyalahkan antara yang membaca panjang dan yang membaca pendek.
  4. Sebaiknya imam memperhatikan keadaan makmum, jangan terlalu panjang hingga memberatkan, dan jangan terlalu pendek hingga mengurangi kekhusyukan.
  5. Bagi yang shalat sendiri, boleh memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuan dan kekhusyukannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?