Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3046 tentang Perlindungan Allah kepada Nabi dari gangguan manusia

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah dijaga oleh para sahabat dari orang-orang yang ingin mencelakainya. Penjagaan itu berlangsung hingga turun firman Allah dalam QS. Al-Maidah [5]: 67, "Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia." Setelah ayat ini turun, Nabi ﷺ keluar dari tempatnya dan mempersilakan para sahabat untuk pergi, karena Allah sendiri yang menjamin keselamatannya. Ini menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ dan kekuasaan Allah dalam melindungi hamba-Nya yang bertugas menyampaikan risalah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

  1. Nama surah dan nomor ayat: QS. Al-Maidah [5]: 67
  2. Teks Arab berharakat lengkap:

> يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

  1. Terjemahan ringkas: "Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan, berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

Hadits terkait:

Hadits yang sedang dibahas ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' -nya, Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab Dari Surat Al-Maidah, no. 3046, dari sahabat 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini gharib (hanya diriwayatkan melalui satu jalur tertentu).

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menyebutkan hadits ini sebagai salah satu dalil tentang turunnya ayat tersebut dan penjagaan Allah kepada Nabi-Nya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini mengandung jaminan perlindungan Allah kepada Rasul-Nya dari segala gangguan manusia, sehingga para sahabat tidak perlu lagi menjaga beliau secara lahiriah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana Allah melindungi Rasul-Nya ﷺ. Sebelum turun ayat ini, para sahabat—sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain—bergiliran menjaga Nabi ﷺ dari kemungkinan serangan musuh. Hal ini wajar karena Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang juga membutuhkan perlindungan secara lahiriah, dan para sahabat melakukannya karena cinta dan khawatir akan keselamatan beliau.

Ketika QS. Al-Maidah [5]: 67 turun, Allah memberitahukan bahwa Dia sendiri yang akan memelihara Rasul-Nya dari manusia. Maka Nabi ﷺ keluar dari tempatnya dan berkata kepada para sahabat, "Wahai manusia! Pergilah, karena Allah telah melindungiku." Ini bukan berarti Nabi ﷺ menolak kebaikan para sahabat, tetapi ini adalah pengumuman bahwa perlindungan Allah telah datang, dan penjagaan lahiriah tidak lagi diperlukan.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah kabar gembira dari Allah kepada Rasul-Nya bahwa Dia akan menjaga beliau dari kejahatan manusia. Beliau menukil bahwa sebelum ayat ini turun, Nabi ﷺ dijaga oleh para sahabat, namun setelah ayat ini turun, penjagaan itu dihentikan karena Allah sendiri yang menjaminnya.

Syaikh As-Sa'di menjelaskan bahwa makna "Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia" adalah Allah akan menjaga Rasul-Nya dari segala bentuk gangguan, baik berupa pembunuhan, penipuan, maupun kejahatan lainnya. Ini adalah janji Allah yang pasti terpenuhi, dan memang terbukti dalam sejarah bahwa Nabi ﷺ selamat dari berbagai upaya pembunuhan, seperti pada malam hijrah ketika orang-orang Quraisy mengepung rumah beliau.

Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini gharib, artinya hadits ini memiliki keunikan dalam jalur periwayatannya. Namun, makna hadits ini didukung oleh ayat Al-Qur'an dan juga riwayat-riwayat lain yang semakna, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya.

Perlu dicatat bahwa sebagian perawi meriwayatkan hadits ini dari Al-Jurairi dari Abdullah bin Syaqiq secara mursal (tanpa menyebut 'Aisyah), namun riwayat yang menyebut 'Aisyah lebih lengkap dan menjadi pegangan.

Story Telling

Ada kisah yang masyhur dalam sirah bahwa sebelum peristiwa hijrah, Nabi ﷺ pernah dijaga oleh para sahabat. Suatu ketika, beliau keluar pada malam hari dan melihat para sahabat sedang berjaga di depan rumah beliau. Beliau bertanya, "Apa yang kalian lakukan?" Mereka menjawab, "Kami khawatir ada orang-orang yang ingin mencelakaimu, wahai Rasulullah." Maka Nabi ﷺ mendoakan kebaikan bagi mereka.

Setelah turun ayat "Wallahu ya'shimuka minan-nas", penjagaan itu dihentikan. Ini bukan berarti para sahabat berhenti mencintai Nabi ﷺ, tetapi mereka memahami bahwa Allah telah memberikan jaminan perlindungan yang lebih kuat dari penjagaan manusia mana pun.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita boleh berikhtiar dengan sebab-sebab lahiriah, seperti menjaga diri dan kewaspadaan, tetapi pada saat yang sama kita harus yakin bahwa segala sesuatu terjadi dengan takdir dan perlindungan Allah. Sebagaimana para sahabat menjaga Nabi ﷺ karena cinta, kita pun harus menjaga diri dan orang-orang yang kita cintai dengan cara yang dibenarkan syariat, sambil bertawakal kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Allah adalah Pelindung terbaik. Sebagaimana Allah melindungi Nabi-Nya, Dia juga akan melindungi hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan berjuang di jalan-Nya, sesuai dengan janji-Nya.
  2. Berikhtiar dengan sebab lahiriah, lalu bertawakal. Para sahabat menjaga Nabi ﷺ, tetapi setelah datang perintah Allah, mereka menghentikannya. Ini mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
  3. Cinta kepada Nabi ﷺ harus diwujudkan dengan mengikuti sunnahnya. Para sahabat menjaga beliau karena cinta; kita pun harus menunjukkan cinta kita dengan menaati perintah dan menjauhi larangan beliau.
  4. Jangan takut berlebihan dalam menyampaikan kebenaran. Ayat ini juga menjadi penguat bagi para da'i dan penuntut ilmu bahwa Allah akan menjaga hamba-Nya yang ikhlas dalam menyampaikan risalah-Nya, selama mereka berada di atas kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?