Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 299 tentang Doa setelah salam memuji keagungan Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa setelah salam dari shalat, Nabi ﷺ mengucapkan doa yang agung, di antaranya adalah "تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ" (Maha Berkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan). Ini adalah bagian dari dzikir setelah shalat yang diajarkan Nabi ﷺ, yang menunjukkan keagungan Allah dan pengakuan hamba akan kebesaran-Nya. Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir setelah shalat dengan lafaz-lafaz yang shahih dari Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Diucapkan Setelah Salam dari Shalat", nomor 299, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Teks Arab doa yang dimaksud:

تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Terjemahan: "Maha Berkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Ar-Rahman [55]: 78

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Terjemahan: "Maha Berkah nama Tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Ayat ini menunjukkan bahwa sifat Al-Jalal (Keagungan) dan Al-Ikram (Kemuliaan) adalah sifat-sifat Allah yang agung, dan doa Nabi ﷺ setelah salam selaras dengan pujian dalam Al-Qur'an ini.

Hadits lain yang terkait:

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, lalu menggenapkan yang keseratus dengan 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir', maka dosa-dosanya diampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim)

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa dzikir setelah shalat adalah amalan yang sangat dianjurkan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir setelah shalat memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai penutup ibadah shalat yang baik dan sarana untuk mengingat Allah di luar shalat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa doa dan dzikir setelah shalat adalah bagian dari kesempurnaan shalat. Beliau menekankan bahwa lafaz-lafaz dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ adalah yang terbaik, dan seorang muslim hendaknya tidak menggantinya dengan lafaz yang tidak ada tuntunannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa doa "تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ" mengandung pujian kepada Allah bahwa Allah Maha Berkah, yaitu Maha Banyak kebaikan-Nya, dan bahwa Allah memiliki keagungan yang tidak ada yang menandingi-Nya serta kemuliaan yang sempurna.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Jalal berarti Allah memiliki keagungan dan kebesaran yang sempurna, dan Al-Ikram berarti Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia yang melimpahkan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

Adapun hadits ini diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ setelah salam dari shalat mengucapkan doa ini. Ini menunjukkan bahwa dzikir setelah shalat bukan hanya tasbih, tahmid, dan takbir, tetapi juga doa-doa pujian lainnya yang diajarkan Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih, dan beliau menjelaskan bahwa lafaz ini adalah bagian dari dzikir yang shahih dari Nabi ﷺ.

Para ulama juga menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat faedah bahwa seorang muslim hendaknya menutup shalatnya dengan dzikir dan doa, bukan langsung berpaling kepada urusan dunia. Ini adalah bentuk adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, seorang ulama tabi'in yang sangat zuhud, selalu memperhatikan dzikir setelah shalat. Beliau berkata kepada murid-muridnya: "Sesungguhnya shalat adalah ibadah yang agung, dan penutupnya adalah dzikir. Maka janganlah kalian menutup shalat kalian dengan sesuatu yang sia-sia, karena shalat itu akan diangkat kepada Allah dalam keadaan tertutup dengan dzikir."

Beliau juga sering menangis ketika berdoa setelah shalat, karena mengingat keagungan Allah dan merasa takut jika amalannya tidak diterima. Ini menunjukkan bahwa para salaf sangat memperhatikan dzikir setelah shalat sebagai bentuk penghambaan dan kerendahan diri di hadapan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak dzikir setelah shalat dengan lafaz-lafaz yang shahih dari Nabi ﷺ, termasuk doa "تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ".
  2. Jangan terburu-buru meninggalkan tempat shalat sebelum berdzikir, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ.
  3. Gabungkan antara dzikir tasbih, tahmid, takbir, dan doa-doa pilihan yang diajarkan Nabi ﷺ.
  4. Niatkan dzikir sebagai ibadah dan bentuk cinta kepada Allah, bukan sekadar rutinitas.
  5. Amalkan dengan khusyuk dan tadabbur makna dari setiap lafaz yang diucapkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?