Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2953 tentang Kewajiban membaca Al-Fatihah dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa membaca Surah Al-Fatihah (Ummul Qur'an) adalah hal yang sangat pokok dalam shalat; shalat yang tidak membaca Al-Fatihah di dalamnya disebut khidāj (cacat/tidak sempurna). Bagi yang shalat di belakang imam, Abu Hurairah رضي الله عنه mengajarkan agar tetap membaca Al-Fatihah di dalam hati (dalam shalat sirriyah/ketika imam tidak mengeraskan bacaan). Hadits ini juga memuat hadits qudsi yang agung tentang pembagian shalat antara Allah dan hamba-Nya, yang menunjukkan betapa mulianya kedudukan Al-Fatihah dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan Al-Fatihah:

QS. Al-Hijr [15]: 87

وَ لَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ

"Dan sungguh, Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (Al-Fatihah) dan Al-Qur'an yang agung."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Tafsir, Bab tentang Surah Al-Fatihah, dari jalur Al-'Ala bin 'Abdur-Rahman dari ayahnya ('Abdur-Rahman bin Ya'qub) dari Abu Hurairah رضي الله عنه. Imam At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan." Abu Zur'ah ar-Razi juga menegaskan bahwa kedua jalur hadits ini shahih.

Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dari jalur Syu'bah, Isma'il bin Ja'far, Ibnu Juraij, dan Imam Malik bin Anas — sebagaimana disebutkan At-Tirmidzi sendiri dalam sanadnya.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas panjang lebar tentang kewajiban membaca Al-Fatihah dalam shalat, dan menyebutkan bahwa hadits Abu Hurairah ini adalah salah satu dalil terkuat.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna khidāj sebagai "cacat/kurang".
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad dan As-Salah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan rahasia pembagian shalat dalam hadits qudsi ini.
  • Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menghasankan hadits ini dalam Shahih At-Tirmidzi.
  • Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan makna Ummul Qur'an sebagai induk Al-Qur'an karena seluruh makna Al-Qur'an kembali kepadanya.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Ummul Qur'an"

Ummul Qur'an berarti "induk Al-Qur'an", yaitu Surah Al-Fatihah. Dinamakan demikian karena seluruh makna pokok Al-Qur'an — tauhid, janji dan ancaman, ibadah, doa, serta jalan keselamatan — terkandung di dalamnya. As-Sa'di menjelaskan bahwa Al-Fatihah adalah inti dari seluruh Al-Qur'an.

2. Makna "Khidāj"

Kata khidāj (خِدَاج) berarti cacat, kurang, tidak sempurna. Rasulullah ﷺ mengulanginya dua kali untuk menegaskan betapa besar kekurangan shalat yang tidak membaca Al-Fatihah. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa pengulangan ini menunjukkan penekanan (ta'kid) bahwa shalat tersebut tidak sah/tidak sempurna.

3. Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Makmum

Di sini muncul pertanyaan penting: bagaimana jika seseorang shalat di belakang imam? Abu Hurairah رضي الله عنه menjawab: "Bacalah di dalam dirimu (fī nafsika)."

Para ulama dari daftar yang disebutkan berbeda pendapat dalam memahami hal ini:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa makmum tetap wajib membaca Al-Fatihah, baik dalam shalat sirriyah maupun jahriyah, berdasarkan keumuman hadits ini dan hadits "Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Al-Fatihah" (HR. Bukhari-Muslim).
  • Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa makmum tidak membaca Al-Fatihah ketika imam mengeraskan bacaan, karena bacaan imam sudah mencukupi. Namun keduanya sepakat makmum membaca pada shalat sirriyah.

Pendapat yang paling kuat menurut dalil — sebagaimana dikuatkan oleh Ibnu Hajar, Ibn Qayyim, al-Albani, dan Syeikh al-Utsaimin — adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad: makmum tetap membaca Al-Fatihah, dan pada shalat jahriyah dibaca setelah imam selesai membaca Al-Fatihah (berdasarkan hadits "Jika imam membaca, maka diamlah" dipahami sebagai diam mendengarkan, lalu makmum membaca Al-Fatihah di sela-sela atau setelahnya). Ini adalah pendapat yang paling selamat dan paling sesuai dengan keumuman hadits Abu Hurairah ini.

4. Hadits Qudsi: Pembagian Shalat

Bagian paling agung dari hadits ini adalah firman Allah: "Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian."

Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa yang dimaksud "shalat" di sini adalah Surah Al-Fatihah karena ia adalah inti shalat. Allah membaginya:

  • Setengah untuk Allah: pujian, sanjungan, pengagungan (al-hamdu, ats-tsanā', at-tamjīd).
  • Setengah untuk hamba: permohonan hidayah dan kebutuhan hamba (iyyāka na'budu, ihdinā).

Setiap kali hamba membaca satu ayat, Allah menjawabnya. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah dialog langsung antara hamba dengan Rabb-nya. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Khushu' ash-Shalah menyebutkan bahwa inilah rahasia mengapa shalat disebut munājāt (bisikan/percakapan dengan Allah).

5. Faedah dari Imam At-Tirmidzi dan Abu Zur'ah

Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini memiliki banyak jalur, dan Abu Zur'ah ar-Razi — guru para ahli hadits — menegaskan keduanya shahih. Ini menunjukkan bahwa hadits ini sangat kuat dan tidak perlu diragukan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sering duduk mengajarkan hadits kepada murid-muridnya. Suatu ketika, seorang murid bernama Ibnul Farisi (seorang dari Persia) bertanya: "Wahai Abu Hurairah, kadang aku shalat di belakang imam, apakah aku tetap membaca Al-Fatihah?"

Abu Hurairah menjawab dengan lembut: "Wahai Ibnul Farisi, bacalah ia di dalam dirimu." Lalu beliau menyebutkan sabda Nabi ﷺ tentang pembagian shalat.

Perhatikanlah adab Abu Hurairah: beliau tidak menghardik, tidak mencela, tetapi menjawab dengan penuh kasih dan langsung menyandarkan jawabannya kepada Rasulullah ﷺ. Inilah teladan salafus shalih dalam mengajarkan ilmu — dengan kelembutan dan dalil.

Hikmah: Jangan pernah meremehkan Al-Fatihah. Ia adalah "obrolan" kita dengan Allah dalam setiap rakaat. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa Al-Fatihah adalah "rahasia antara hamba dan Rabb-nya" — maka bacalah dengan hati yang hadir.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah, baik sebagai imam, munfarid, maupun makmum (menurut pendapat yang paling kuat).
  2. Bagi makmum di belakang imam: bacalah Al-Fatihah di dalam hati, terutama pada shalat sirriyah; pada shalat jahriyah bacalah setelah imam selesai membaca Al-Fatihah (pendapat asy-Syafi'i dan Ahmad).
  3. Bacalah Al-Fatihah dengan tartil dan tadabbur — karena setiap ayatnya adalah dialog dengan Allah.
  4. Jangan tinggalkan Al-Fatihah meski sedang tergesa-gesa; shalat tanpa Al-Fatihah adalah khidāj (cacat).
  5. Renungkan hadits qudsi ini sebelum shalat, agar hati hadir dan shalat menjadi munājāt yang khusyuk.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?