Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2874 tentang Perumpamaan Nabi dan umatnya seperti api dan lalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah perumpamaan indah dari Nabi ﷺ tentang tugas beliau dan kondisi umatnya. Beliau diibaratkan sebagai seorang yang menyalakan api untuk memberi penerangan, namun api itu juga menjadi bahaya. Umatnya diibaratkan seperti lalat dan ngengat yang justru tertarik dan terjatuh ke dalam api tersebut. Nabi ﷺ dengan penuh kasih sayang berusaha menahan dan mencegah umatnya dari terjatuh ke dalam api tersebut, tetapi banyak di antara mereka yang tetap saja terjerumus. Ini menggambarkan kasih sayang Nabi ﷺ yang begitu besar dan peringatan keras tentang bahaya maksiat dan kesesatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, nomor 2874, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Dalil lain yang menguatkan makna hadits ini adalah firman Allah Ta'ala:

QS. At-Taubah [9]: 128

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu; sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu; penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Ayat ini menunjukkan sifat kasih sayang Nabi ﷺ yang sangat besar kepada umatnya, sebagaimana yang digambarkan dalam hadits di atas.

Penjelasan Rinci

Para ulama, di antaranya Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan, menjelaskan bahwa perumpamaan dalam hadits ini sangat dalam maknanya. Api yang dinyalakan adalah petunjuk dan cahaya iman yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Namun, di sekeliling cahaya itu ada bahaya, yaitu syahwat dan kesesatan yang bisa membakar siapa saja yang tidak berhati-hati.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa lalat dan ngengat adalah makhluk yang lemah dan tidak berakal. Mereka tertarik pada cahaya api, tetapi tidak menyadari bahwa cahaya itu bisa membinasakan mereka. Ini adalah perumpamaan bagi manusia yang tertarik pada gemerlap dunia dan syahwat, tanpa menyadari bahwa hal itu akan menjerumuskan mereka ke dalam api neraka.

Nabi ﷺ bersabda, "Aku memegang pinggang kalian (untuk mencegah kalian)". Ini menunjukkan usaha keras beliau untuk menyelamatkan umatnya. Beliau tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga berusaha secara fisik dan spiritual untuk menarik umatnya dari jurang kebinasaan. Ini adalah puncak kasih sayang seorang rasul kepada umatnya.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal Hikam menambahkan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa tugas Nabi ﷺ hanyalah menyampaikan dan mencegah, tetapi hidayah sepenuhnya di tangan Allah. Meskipun Nabi ﷺ telah berusaha semaksimal mungkin, tetap saja ada di antara umatnya yang terjatuh ke dalam api karena pilihan mereka sendiri.

Perbedaan kondisi manusia dalam menyikapi seruan Nabi ﷺ adalah:

  1. Golongan yang selamat: Mereka yang mendengarkan nasihat Nabi ﷺ, menjauhi larangannya, dan berpegang teguh pada ajarannya.
  2. Golongan yang celaka: Mereka yang menolak, berpaling, atau bahkan mengejek seruan Nabi ﷺ, sehingga mereka terjerumus ke dalam api kesesatan.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, suatu ketika Rasulullah ﷺ membuat sebuah garis lurus di hadapan para sahabat, lalu berkata: "Ini adalah jalan Allah." Kemudian beliau membuat garis-garis lain di kanan dan kirinya, lalu bersabda: "Ini adalah jalan-jalan (setan), yang di setiap jalannya ada setan yang menyeru manusia kepadanya." Kemudian beliau membacakan firman Allah:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah ia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (lain) yang akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya." (QS. Al-An'am [6]: 153)

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat bersemangat untuk menjelaskan jalan yang lurus dan memperingatkan umatnya dari jalan-jalan yang menyimpang, sebagaimana beliau dalam hadits di atas berusaha menahan umatnya dari terjatuh ke dalam api.

Kesimpulan Praktis

  1. Menyadari besarnya kasih sayang Nabi ﷺ kepada kita, sehingga kita harus membalasnya dengan cinta, taat, dan mengikuti sunnahnya.
  2. Waspada terhadap tipu daya dunia dan syahwat yang bisa menjerumuskan kita ke dalam api maksiat dan neraka.
  3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar'i agar kita tidak tertipu oleh cahaya palsu yang menyerupai petunjuk.
  4. Menjauhi segala bentuk kesesatan, baik dalam akidah, ibadah, maupun muamalah, karena itu semua adalah jalan menuju api.
  5. Meneladani akhlak Nabi ﷺ dalam berdakwah, yaitu dengan kasih sayang dan kesabaran, bukan dengan kekerasan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?