Bab Apa yang Dikatakan tentang Kebencian Menggabungkan Nama Nabi dan Kunyahnya
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ، حَدَّثَنَا فِطْرُ بْنُ خَلِيفَةَ، حَدَّثَنِي مُنْذِرٌ، وَهُوَ الثَّوْرِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وُلِدَ لِي بَعْدَكَ أُسَمِّيهِ مُحَمَّدًا وَأُكْنِيهِ بِكُنْيَتِكَ قَالَ " نَعَمْ " . قَالَ فَكَانَتْ رُخْصَةً لِي . هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ .
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib bahwa ia berkata: "Wahai Rasulullah ﷺ! Jika aku memiliki seorang putra setelahmu, apakah aku bisa menamainya dengan kunyahmu?" Beliau menjawab: "Ya." Maka ia berkata: "Jadi itu diizinkan bagiku."