Bab Apa yang Diriwayatkan tentang Larangan Mencabut Rambut Putih
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ نَتْفِ الشَّيْبِ وَقَالَ " إِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ " . قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ قَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ وَغَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ .
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ishaq Al-Hamdani, telah menceritakan kepada kami Abdah, dari Muhammad bin Ishaq, dari Amru bin Shu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم melarang mencabut rambut putih dan beliau bersabda: "Sesungguhnya itu adalah cahaya bagi seorang Muslim." Dia berkata: Ini adalah hadits hasan yang telah diriwayatkan dari Abdurrahman bin Al-Harith dan beberapa orang lainnya dari Amru bin Shu'aib.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
