Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ sujud, beliau mengangkat kedua tangan dan membuka lengan sehingga terlihat putihnya ketiak beliau. Ini menunjukkan bahwa sujud beliau tidak menempel rapat seperti orang yang mengempis, melainkan ada jarak antara lengan dan tanah. Para ulama memahami ini sebagai anjuran untuk tidak menempelkan lengan ke lantai saat sujud, dan hadits ini dinilai hasan oleh Imam At-Tirmidzi serta diamalkan oleh mayoritas ahli ilmu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Arqam Al-Khuza'i radhiyallahu 'anhu, dari Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Shalat, Bab Mengangkat Badan dalam Sujud, no. 274. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits Abdullah bin Arqam adalah hadits hasan, kami tidak mengetahuinya kecuali dari riwayat Dawud bin Qais."
Hadits ini juga disebutkan memiliki banyak syahid (penguat) dari sahabat lain, di antaranya Ibnu Abbas, Ibnu Buhainah, Jabir, Ahmar bin Jaz', Maimunah, Abu Humaid, Abu Mas'ud, Abu Usaid, Sahl bin Sa'd, Muhammad bin Maslamah, Al-Bara' bin 'Azib, 'Adi bin 'Amirah, dan 'Aisyah radhiyallahu 'anhum.
Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah sujud dan tata caranya:
QS. Al-Hajj [22]: 77
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung."
Ayat ini memerintahkan sujud, dan tata caranya dijelaskan oleh sunnah Nabi ﷺ, termasuk hadits ini.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan bagaimana Nabi ﷺ sujud dengan mengangkat kedua lengan dari lantai, sehingga Abdullah bin Arqam yang masih kecil saat itu dapat melihat putihnya ketiak beliau. Ini menunjukkan bahwa lengan beliau tidak menempel ke tanah, melainkan terangkat dan terbuka.
Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini hasan dan menjadi amalan mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa membuka lengan saat sujud dan tidak menempelkannya ke lantai adalah sunnah yang disepakati oleh banyak ulama.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menjauhkan lengan dari lantai saat sujud adalah sunnah yang dianjurkan, dan hal ini berlaku baik dalam shalat wajib maupun sunnah, kecuali jika ada kebutuhan seperti berdesakan atau sakit.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa disunnahkan untuk mengangkat lengan saat sujud dan tidak menempelkannya ke lantai, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain seperti hadits Maimunah radhiyallahu 'anha.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika sujud, beliau meletakkan kedua tangan, mengangkat lengan, dan membuka ketiaknya sehingga terlihat putihnya. Ini adalah bagian dari kesempurnaan sujud.
Adapun perbedaan pendapat di antara ulama daftar: sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menegaskan sunnahnya mengangkat lengan saat sujud. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam masalah ini di antara ulama yang tercantum, dan yang paling kuat adalah pendapat yang menganjurkan mengangkat lengan saat sujud berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
Story Telling
Abdullah bin Arqam Al-Khuza'i radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa suatu ketika ia bersama ayahnya berada di padang Namirah. Saat itu, mereka melihat rombongan yang sedang berjalan, dan ternyata di dalamnya ada Rasulullah ﷺ yang sedang berdiri shalat. Abdullah kecil saat itu memperhatikan dengan saksama. Ketika Nabi ﷺ sujud, ia melihat putihnya ketiak beliau karena lengan beliau terangkat dari lantai. Momen sederhana ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam setelahnya tentang tata cara sujud yang benar. Abdullah bin Arqam adalah sahabat yang hanya meriwayatkan satu hadits ini dari Nabi ﷺ, namun haditsnya diterima dan diamalkan oleh banyak ulama.
Kesimpulan Praktis
- Angkat lengan saat sujud — jangan menempelkan lengan ke lantai, biarkan ada jarak sehingga ketiak terbuka.
- Buka ketiak — ini adalah sunnah yang menunjukkan kesempurnaan sujud.
- Ikuti sunnah Nabi ﷺ — hadits ini hasan dan diamalkan oleh mayoritas ahli ilmu.
- Jangan berlebihan — jika dalam keadaan berdesakan atau sakit, boleh menyesuaikan sesuai kemampuan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.