Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2739 tentang Doa untuk orang Yahudi yang bersin

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab penting saat menjawab bersin. Jika seorang Muslim bersin dan memuji Allah, kita dianjurkan mendoakannya dengan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu). Namun, jika yang bersin adalah non-Muslim, Nabi ﷺ mengajarkan doa yang berbeda, yaitu "Yahdikumullah wa yuslihu balakum" (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu). Ini menunjukkan bahwa doa kepada non-Muslim pun harus mengandung kebaikan, terutama hidayah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Adab, Bab Apa yang Dikatakan tentang Cara Menyemuti Orang yang Bersin, dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ دَيْلَمَ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ ‏.‏ فَيَقُولُ ‏"‏ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ‏"‏ ‏.‏

Terjemahan: "Dari Abu Musa, ia berkata: 'Orang-orang Yahudi biasa bersin di hadapan Nabi ﷺ dengan harapan beliau akan mengatakan kepada mereka: Yarhamukumullah (semoga Allah merahmati kalian). Maka beliau pun mengatakan: Yahdikumullahu wa yuslihu balakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).'"

Hadits ini juga diperkuat oleh riwayat lain dari Abu Hurairah, Ali, Abu Ayyub, Salim bin 'Ubaid, dan Abdullah bin Ja'far, sebagaimana disebutkan At-Tirmidzi.

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum tentang doa kebaikan kepada siapa pun, termasuk non-Muslim dalam konteks hidayah:

QS. Al-Qashash [28]: 56

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Terjemahan: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."

Ayat ini menunjukkan bahwa hidayah adalah hak Allah, dan mendoakan hidayah untuk non-Muslim adalah bentuk kebaikan yang diajarkan Islam.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan perbedaan cara menjawab bersin antara Muslim dan non-Muslim. Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan, seperti Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Al-Adzkar, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, membahas hal ini secara rinci.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa jika seorang Muslim bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", maka yang mendengarnya mengucapkan "Yarhamukallah". Jika yang bersin adalah non-Muslim (kafir dzimmi atau mu'ahad), maka doanya adalah "Yahdikumullah wa yuslihu balakum". Ini berdasarkan hadits Abu Musa ini.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menambahkan bahwa doa untuk non-Muslim dengan hidayah adalah doa yang paling utama, karena hidayah adalah kebaikan terbesar. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat boleh mendoakan non-Muslim dengan kebaikan dunia, tetapi doa hidayah lebih utama dan sesuai sunnah.

Imam At-Tirmidzi sendiri setelah meriwayatkan hadits ini menyatakan bahwa hadits ini hasan shahih, dan menjadi landasan amal di kalangan ahli ilmu. Beliau juga menyebutkan riwayat-riwayat lain yang mendukung.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah menilai hadits ini shahih dan menegaskan bahwa menjawab bersin non-Muslim dengan "Yahdikumullah" adalah sunnah yang tetap.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin menjelaskan bahwa hikmah dari doa ini adalah karena orang Yahudi saat itu ingin sekali mendengar Nabi ﷺ mendoakan mereka dengan rahmat, tetapi Nabi ﷺ memilih doa yang lebih tepat, yaitu hidayah, karena tanpa hidayah, rahmat tidak akan bermanfaat di akhirat. Beliau juga menegaskan bahwa ini bukan berarti kita dilarang mendoakan rahmat untuk non-Muslim secara mutlak, tetapi dalam konteks jawaban bersin, doa hidayah adalah yang diajarkan.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama dari daftar, seperti Imam Ahmad bin Hanbal (dalam riwayat yang masyhur), berpendapat bahwa menjawab bersin non-Muslim dengan "Yarhamukallah" tidak boleh, dan cukup dengan "Yahdikumullah". Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah. Namun, ada riwayat lain yang menyebutkan bolehnya mendoakan rahmat untuk non-Muslim yang baik, tetapi yang paling kuat adalah pendapat yang sesuai hadits ini, yaitu "Yahdikumullah".

Kesimpulan: Pendapat yang paling kuat adalah menjawab bersin non-Muslim dengan "Yahdikumullah wa yuslihu balakum", sebagaimana hadits shahih ini. Ini adalah bentuk doa yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu hari, ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabat, beberapa orang Yahudi sengaja bersin di hadapan beliau. Mereka melakukannya berulang kali dengan harapan Nabi ﷺ akan mengucapkan "Yarhamukallah" kepada mereka, sehingga mereka bisa membanggakan diri di hadapan kaumnya bahwa Nabi Muhammad ﷺ mendoakan mereka dengan rahmat. Namun, Nabi ﷺ yang mengetahui maksud mereka, tetap mengucapkan "Yahdikumullah wa yuslihu balakum". Para sahabat pun memahami bahwa ini adalah adab dari Nabi ﷺ, dan mereka mengikuti beliau dalam menjawab bersin non-Muslim. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan menjadi pelajaran bahwa doa haruslah sesuai dengan tuntunan, bukan sekadar mengikuti keinginan orang lain.

Kesimpulan Praktis

  1. Jika seorang Muslim bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", jawablah dengan "Yarhamukallah".
  2. Jika yang bersin adalah non-Muslim, jawablah dengan "Yahdikumullah wa yuslihu balakum".
  3. Doa hidayah adalah doa terbaik untuk non-Muslim, karena hidayah adalah kunci kebahagiaan akhirat.
  4. Jangan ragu untuk mengamalkan sunnah ini, karena Nabi ﷺ telah mencontohkannya.
  5. Hendaklah kita menjaga adab dalam menjawab bersin, karena ini bagian dari akhlak Islam yang mulia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?