Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab yang sangat penting dalam memberi salam. Pertama, lafaz salam yang diajarkan Nabi ﷺ adalah "Assalamu'alaikum warahmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu), bukan "Alaikas salam" yang saat itu lazim digunakan untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Kedua, hadits ini juga menunjukkan keutamaan menjawab salam dengan yang lebih baik, sebagaimana Nabi ﷺ menjawab salam sahabat tersebut dengan doa rahmat yang diulang-ulang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Isti'dzan wal Adab, Bab "Ma Ja'a fi Karahiyati an Yabda'a bil-Islam" (no. 2721). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya.
Dalil utama tentang perintah menyebarkan salam dan lafaznya yang sempurna adalah firman Allah ﷻ:
QS. An-Nur [24]: 61
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
"Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya) yang berarti salam dari sisi Allah, yang diberkahi dan baik."
Ayat ini menunjukkan bahwa salam adalah doa yang baik dan diberkahi dari Allah, bukan sekadar ucapan basa-basi.
Adapun perintah menjawab salam dengan yang lebih baik, Allah ﷻ berfirman:
QS. An-Nisa' [4]: 86
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang sepadan."
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan untuk menjawab salam dengan yang lebih baik, yaitu dengan menambahkan doa rahmat dan keberkahan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan Mengucapkan Salam dengan Lafaz yang Diajarkan Nabi ﷺ
Sahabat yang datang kepada Nabi ﷺ mengucapkan "Alaikas salam" (semoga keselamatan atasmu). Nabi ﷺ dengan lembut mengoreksinya: "Sesungguhnya 'Alaikas salam adalah penghormatan untuk orang mati." Ini menunjukkan bahwa lafaz salam bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki makna dan adab yang diajarkan oleh syariat.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa lafaz salam yang paling sempurna adalah "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", dan yang paling ringkas adalah "Assalamu'alaikum". Adapun mengucapkan "Alaikas salam" kepada orang yang masih hidup adalah makruh (dibenci) karena menyerupai doa untuk mayit.
2. Menjawab Salam dengan yang Lebih Baik
Ketika Nabi ﷺ menjawab salam sahabat tersebut, beliau mengucapkan: "Wa'alaika warahmatullah" (dan semoga rahmat Allah atasmu) sebanyak tiga kali. Ini adalah pengamalan langsung dari QS. An-Nisa' [4]: 86. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa menjawab salam dengan yang lebih baik adalah sunnah yang dianjurkan, minimal menjawab dengan lafaz yang sama, dan lebih utama dengan menambahkan doa rahmat dan keberkahan.
3. Adab Mencari dan Bertemu Nabi ﷺ
Kisah ini juga menunjukkan adab sahabat dalam mencari Nabi ﷺ. Ia tidak langsung memanggil-manggil, tetapi menunggu hingga Nabi ﷺ selesai menyelesaikan urusan kaumnya. Ini mengajarkan kita untuk menghormati orang lain, terutama para ulama dan pemimpin, dengan tidak mengganggu saat mereka sedang sibuk.
4. Pentingnya Menyebarkan Salam
Dalam riwayat lain yang shahih, Nabi ﷺ bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad bahwa menyebarkan salam adalah salah satu sebab masuk surga.
Story Telling
Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran dari sikap Nabi ﷺ yang sangat lembut dalam mengajarkan adab. Beliau tidak memarahi sahabat tersebut, tetapi dengan sabar menjelaskan kesalahan lafaz salamnya, kemudian mengajarkan yang benar, lalu menjawab salamnya dengan doa yang berlipat ganda. Ini adalah contoh pendidikan yang penuh kasih sayang, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali 'Imran [3]: 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu."
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa kelembutan Nabi ﷺ dalam mengajarkan ilmu adalah sebab utama diterimanya ajaran oleh para sahabat. Maka, hendaknya kita meniru akhlak ini dalam mendidik keluarga dan masyarakat.
Kesimpulan Praktis
- Gunakan lafaz salam yang diajarkan Nabi ﷺ: "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" saat bertemu sesama muslim.
- Hindari lafaz "Alaikas salam" untuk orang yang masih hidup karena itu adalah doa untuk mayit.
- Jawablah salam dengan yang lebih baik, minimal dengan lafaz yang sama, dan lebih utama dengan menambahkan doa rahmat dan keberkahan.
- Sebarkan salam kepada sesama muslim karena itu adalah sebab saling mencintai dan masuk surga.
- Belajarlah dengan adab: jangan memotong pembicaraan atau mengganggu orang yang sedang sibuk, terutama para ulama dan pemimpin.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.